Jumat, 25 April 2014

News / Megapolitan

Herkules Mengaku Diundang untuk Leraikan Bentrokan

Rabu, 29 Agustus 2012 | 15:50 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Tokoh pemuda Timor Leste, Herkules, mendatangi lokasi bentrokan dua kelompok massa di sebuah lahan kosong di samping Kompleks Palem Lestari, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (29/8/2012) siang. Herkules mengaku berada di lokasi itu untuk membantu polisi dalam meleraikan kedua kelompok yang terlibat bentrokan.

"Kehadiran saya di sini ini untuk melerai bentrokan. Saya dapat kabar anak-anak ini diserang duluan. Saya ke sini untuk bantu polisi," ujar Herkules saat dijumpai di lokasi kejadian.

Herkules mengatakan bahwa akibat bentrokan itu dua anak buahnya mengalami luka. "Ada satu atau dua orang anak saya yang terluka, tadi saya lihat. Ada luka di kaki, luka sepertinya kena tusuk," ucapnya lagi.

Sementara itu, kuasa hukum Herkules, I A Ridho menuturkan, tidak ada anak buah Herkules yang diamankan polisi. Semua anak buah Herkules berada dalam posisi yang diserang tiba-tiba. Kepolisian sendiri sudah mengamankan 5 hingga 6 orang yang dianggap provokator aksi itu.

Bentrokan itu diduga dipicu perebutan lahan. Fahmi, salah seorang saksi mata menuturkan, bentrokan terjadi pada pukul 13.30 WIB. Ketika itu, sekelompok massa menyerbu sebuah lahan kosong yang dikuasai kelompok massa lainnya. Bentrokan pun tak terhindarkan.

"Tadi banyak yang bawa senjata tajam besar-besar menyerbu di lahan kosong di samping kompleks Palem," ujar Fahmi, Kedua kelompok massa itu, lanjutnya, sempat bergumul di areal kosong yang kini tak terurus itu. Suara tembakan pun terdengar di antara kerumunan massa. Tak lama kemudian, anggota Polsek dan Polres tiba di lokasi dan langsung menembakkan tembakan peringatan ke arah massa. "Dua kelompok itu sempat tersudut nggak bisa keluar," ujar Fahmi.

Kondisi saat ini kondusif. Akibat bentrokan ini, sebuah pagar yang membatasi areal kosong itu rusak. Sebuah bendera bertuliskan logo GRIB "Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu" juga koyak.


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Egidius Patnistik