Selasa, 2 September 2014

News / Megapolitan

Herkules: Kami Diserang Duluan

Rabu, 29 Agustus 2012 | 16:02 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Terkait bentrokan di lahan kosong samping Taman Palem Lestari, Cengkareng, Jakarta Barat, Herkules mengaku hal itu dipicu karena ada penyusup yang ingin menguasai lahan kosong itu. Tokoh asal Timor Leste itu juga menyebut anak buahnya diserang duluan oleh kelompok lain.

"Kami diserang duluan. Anak-anak saat itu sedang tidur di lahan kosong itu," ucap Herkules, Selasa (29/8/2012), saat dijumpai di lokasi kejadian.

Dia menjelaskan bahwa anak-anak buahnya sudah kurang lebih satu tahun menjaga lahan kosong tersebut.

"Itu lahan ahli waris," kata Herkules.

Di samping lahan itu, Herkules mengungkapkan terdapat lahan kosong lain yang dijaga kelompok Ambon. Namun, Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) tersebut menuturkan, selama ini pihaknya tak pernah bermasalah dengan kelompok Ambon itu.

"Tapi, tiba-tiba ada kelompok Kei yang datang menyerang. Mereka menyusup. Mungkin karena setelah mereka datang ke sidang John Kei kemarin, mereka kumpul dan akhirnya menyerang ke sini. Kami tidak tahu apa-apa," ucap Herkules.

Diberitakan sebelumnya, bentrokan massa di sebuah lahan kosong di samping Komplek Taman Palem Lestari, Cengkareng, Jakarta Barat, terjadi pada Rabu (29/8/2012) sekitar pukul 13.30 WIB. Bentrokan diduga dipicu perebutan lahan antara dua kelompok massa.

Fahmi, salah seorang saksi mata di lokasi kejadian, menuturkan, ketika itu massa dari etnis tertentu menyerbu sebuah lahan kosong yang dikuasai oleh kelompok massa lainnya. Bentrokan pun tak terhindarkan.

Kedua kelompok massa, lanjutnya, sempat bergumul di areal kosong yang kini tak terurus itu. Suara tembakan pun terdengar di antara kerumunan massa. Tak lama kemudian, anggota Polsek dan Polres tiba di lokasi dan langsung menembakkan tembakan peringatan ke arah massa.

Kondisi saat ini sudah kembali kondusif. Akibat bentrokan ini, sebuah pagar yang membatasi areal kosong itu rusak. Di pagar biru itu terdapat coretan pylox bertulisklan "Lius Necra", "Ebba Attambua", "Timor Leste", dan "Ellias Timor". Sebuah bendera bertuliskan logo GRIB "Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu" juga koyak.

 


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Ana Shofiana Syatiri