Siapa Otak di Balik Bentrok Kelompok John Kei dan Kelompok Hercules? - Kompas.com

Siapa Otak di Balik Bentrok Kelompok John Kei dan Kelompok Hercules?

Sabrina Asril
Kompas.com - 30/08/2012, 18:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, tidak menampik dugaan adanya pihak lain yang bermain di belakang bentrok antara kelompok John Kei dengan kelompok Hercules. Pasalnya, kedua kelompok itu selama ini tak bermasalah dalam menjaga lahan kosong yang masih menjadi sengketa itu.

"Selama ini mereka akur. Tidak tahu kenapa tiba-tiba kelompok John Kei menyerang. Motifnya masih kami dalami hingga kini," ungkap Rikwanto, Kamis (30/8/2012), di Mapolda Metro Jaya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kepolisian, tanah kosong di Jalan Kamal Raya, Cengkareng, Jakarta Barat memiliki luas tanah 21.000 m2. Tanah itu dimiliki dua perusahaan yakni PT Sabar Ganda seluas 14.000 m2 dan sebuah perusahaan properti ternama seluas 7.000 m2.

Sumber kepolisian menyebutkan bahwa PT Sabar Ganda membayar kelompok Hercules untuk menjaga lahannya. Sementara perusahaan properti pemilik lahan di sampingnya membayar kelompok John Kei untuk menjaga lahannya.

Entah kenapa setelah 12 tahun hidup rukun bersama menjaga tanah kosong itu, keduanya bentrok pada Rabu (29/8/2012). Hercules pun mengaku bingung mengapa tiba-tiba kelompok John Kei menyerang. Menurut Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) itu, kelompoknya sudah 10 tahun menjaga tanah kosong tersebut.

Di tanah itu, Nelson, anak buah Hercules, mengkoordinir anak-anak lainnya. Sementara kelompok John Kei, sebut Hercules, baru saja datang menjaga lahan di sampingnya. Pada saat bentrokan terjadi, lanjutnya, anak buahnya tengah terlelap di dalam bedeng kayu.

"Tiba-tiba saja itu Rais Kei yang masih satu kelompok dengan John Kei datang mengusir teman-teman di sana," kata Hercules.

Karena kalah jumlah, Hercules mengatakan pihaknya mendapat bantuan dari kelompok Kei lain yang berseberangan dengan John Kei yakni kelompok Daud Kei.

Hercules mengaku dirinya tak mau berspekulasi soal motif pengusiran kelompoknya oleh kelompok John Kei. Namun, ia memastikan bahwa kelompoknya tidak akan pergi dari tanah itu meski aparat kepolisian menyatakan tanah dalam status quo dan tidak bisa dimasuki siapa pun. "Itu tanah anak-anak yang jaga, tidak bisa begitu. Sekarang juga mereka masih jaga di sana," imbuhnya.

Sementara itu Tito Refra Kei, adik John Kei, membantah Rais Kei menjaga lahan kosong yang kini menjadi rebutan. Menurutnya, Rais hanya tinggal di sekitar lokasi kejadian. "Dia tidak menjaga di sana. Hanya rumahnya dekat Taman Palem," ucap Tito.

Serupa dengan Hercules, Tito pun tidak mengerti mengapa Rais Kei beserta kawanannya menyerbu kemarin. "Saya tidak tahu kenapa ini bisa terjadi. Anak-anak Bekasi (rumah John Kei) sama sekali tidak mengerti," kata Tito lagi.

Kendati latar belakang bentrok perebutan lahan ini masih belum diketahui motifnya, aparat kepolisian berencana memeriksa para pemilik lahan. "Setelah kami tetapkan tersangka bentrokan, pemiliknya mungkin baru akan diperiksa. Kami akan selidiki siapakah yang memerintahkan kedua kelompok ini dan apa perintahnya," ujar Rikwanto.

Diberitakan sebelumnya, bentrokan massa terjadi di sebuah lahan kosong di samping Komplek Taman Palem Lestari, Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu (29/8/2012) siang. Bentrokan diduga dipicu perebutan lahan antara dua kelompok massa yang belakangan diketahui kelompok John Kei dan kelompok Hercules.

Usai peristiwa itu, polisi mengamankan ratusan anggota kedua kelompok dan menyita senjata tajam. Namun, saat polisi menggeledah, terdapat insiden sebuah mobil Toyota Innova yang berusaha menabrak anggota polisi. Mobil itu akhirnya diberondong tembakan polisi karena tidak mengindahkan tembakan peringatan. Dua orang anggota kelompok Hercules, Lajuma dan Semi Binggo, tertembak. Semi akhirnya tewas dengan luka tembak di kepala.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisSabrina Asril
    EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo
    Komentar

    Terkini Lainnya

    KTI Siapkan Aplikasi Transportasi yang Bisa Bayar Angkot Lewat Ponsel

    KTI Siapkan Aplikasi Transportasi yang Bisa Bayar Angkot Lewat Ponsel

    Megapolitan
    Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan 'Feeder' Lewati Jalan Ini

    Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan "Feeder" Lewati Jalan Ini

    Megapolitan
    Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

    Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

    Regional
    Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

    Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

    Megapolitan
    Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

    Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

    Nasional
    Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

    Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

    Nasional
    Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

    Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

    Regional
    Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

    Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

    Megapolitan
    Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

    Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

    Regional
    Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

    Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

    Regional
    Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

    Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

    Internasional
    Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

    Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

    Nasional
    Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

    Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

    Megapolitan
    Hadapi Kekeringan, Ganjar Minta Masyarakat Menabung Air

    Hadapi Kekeringan, Ganjar Minta Masyarakat Menabung Air

    Regional
    Pemuda Memerkosa Murid SMP dengan Iming-iming Sepatu Baru

    Pemuda Memerkosa Murid SMP dengan Iming-iming Sepatu Baru

    Megapolitan