Kamis, 17 April 2014

News / Megapolitan

Korban Tawuran Antarpelajar Akhirnya Meninggal

Kamis, 30 Agustus 2012 | 23:47 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang siswa yang terlibat dalam tawuran antarpelajar di dekat Stasiun KA Klender Lama, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (30/8/2012) sore, akhirnya meninggal dunia setelah dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Jaktim. Korban bernama Ahmad Yani, siswa kelas I SMK Negeri 39, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, itu tewas karena mengeluarkan banyak darah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, semula tawuran pecah di dekat Stasiun Klender Lama sekitar pukul 15.20 WIB. Tawuran itu melibatkan dua kelompok pelajar, yaitu SMK Negeri 39 serta pelajar gabungan SMK Budi Utomo dan SMK Ristek Penggilingan.

Tawuran tersebut berhenti setelah pelajar mengetahui salah seorang pria bernama Rahiman (64)  tewas tertabrak kereta api karena berusaha menghindari tawuran tersebut. Pria yang bekerja sebagai tukang cukur di dekat lokasi kejadian itu diketahui menepi ke pinggir rel untuk menghindari aksi brutal para pelajar.

Meski demikian, para pelajar itu kembali adu jotos. Mereka pindah ke bawah Fly Over Pondok Kopi, Cakung, Jakarta Timur, selang satu jam kemudian. Di tempat itulah, Ahmad Yani terkena senjata tajam. Ia dibacok di bagian punggung oleh kelompok pelajar lain dalam bentrok tersebut. Dengan simbah darah, remaja itu langsung dibawa ke IGD RS Islam Pondok Kopi.

Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Duren Sawit Ipda Suwardi membenarkan adanya korban dalam kejadian itu. "Korban warga Jalan Raya Bekasi Timur Km 17, RT 3 RW 3, Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur," ujarnya kepada Kompas.com, Kamis malam.

Kini petugas Polsektro Duren Sawit telah mengamankan 16 pelajar dari kedua belah pihak. Mereka kini tengah menjalani pemeriksaan intensif. Sementara itu, para orangtua pelajar itu tampak berada di Mapolsektro Duren Sawit. Belum ada tersangka yang ditetapkan atas peristiwa tersebut.


Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Laksono Hari W