Rabu, 5 September 2012

News

Buku Prijanto Bisa Jadi Petunjuk Bagi Warga DKI

  • Penulis :
  • Riana Afifah
  • Rabu, 5 September 2012 | 14:42 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto seusai memberikan surat pengunduran diri ke DPRD DKI Jakarta, Selasa (27/12/2011). Akhir masa baktinya bersama Gubernur DKI Fauzi Bowo baru berakhir pada Oktober 2012. | KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada Februari lalu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto meluncurkan sebuah buku berjudul "Kenapa Saya Mundur dari Wagub DKI Jakarta". Isi buku tersebut terbilang berani karena nyaris mengungkap beberapa kebobrokan yang ada di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Boni Hargens, mengatakan, buku yang ditulis oleh Prijanto itu tidak menyelesaikan masalah. Namun dari isi buku ini jelas bagi masyarakat untuk tidak lagi memilih Fauzi Bowo pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012 ini. "Sekarang saatnya Jokowi. Karena dengan buku ini, jelas Fauzi Bowo tidak bisa dipilih lagi," kata Boni saat diskusi Mahkamah Intelektual Menguji Kebenaran dan Kejujuran Prijanto, di Pullman Hotel, Jakarta, Rabu (5/9/2012).

Selanjutnya, Boni mempertanyakan konteks pengunduran diri Prijanto yang hanya beberapa bulan dari pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta 2012. Menurut dia, langkah Prijanto ini dapat dianggap sebagai kampanye negatif bagi Fauzi Bowo yang kembali mencalonkan diri untuk memimpin Jakarta.

"Dari aspek politik, Prijanto bisa dianggap negative campaign. Tapi masyarakat harusnya bisa ambil kesimpulan sendiri saat baca buku ini," kata Boni.

Editor : Hertanto Soebijoto
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Pilkada DKI 2012 - Berita