Jumat, 19 Desember 2014

News / Megapolitan

Kemarau

Produksi Air Turun hingga 50 Persen

Kamis, 6 September 2012 | 20:43 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Akibat menyusutnya Sungai Cisadane, pasokan air baku yang dikelola Perusahaan Air Minum Daerah Tirta Benteng Kota Tangerang, Banten, tersendat. Produksi air bersih pun menurun hingga 50 persen.

"Air Cisadane menyusut sehingga pasokan air untuk saluran irigasi ke instalasi pengolahan air (IPA) berkurang. Ini mengakibatkan menurunnya produksi air bersih hingga 50 persen, dari 450 liter per detik menjadi 300 liter per detik," kata Direktur Utama PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang Achmad Mardju Kodri,  Kamis (6/9/2012).

Menurunnya produksi air bersih itu mempengaruhi pasokan air untuk 27.000 pelanggannya. "Harapan kami, masyarakat, terutama pelanggan kami, dapat mengerti dan lebih hemat dalam menggunakan pemakaian air karena ketersediaannya sangat terbatas," kata Kodri.

Ikhsan Sodikin dari Humas PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang mengatakan, untuk mengantisipasi kekeringan pihaknya telah mengubah sistem distribusi air kepada warga sejak musim kemarau terjadi.

"Pada kondisi normal, distribusi air sebanyak 50.000 liter per detik pada malam hari saat bukan waktu sibuk. Akan tetapi, saat ini perubahan dilakukan dengan melakukan penghematan pengisian air menjadi 25 liter per detik. Pada pagi dan sore hari, ketika jam sibuk menggunakan air, kami los seperti kondisi normal," jelas Ikhsan.

Tiga kecamatan di Kota Tangerang sudah mengalami kekurangan air bersih. Tiga kecamatan itu, yakni Kecamatan Benda, Kecamatan Cipondoh, dan Kecamatan Ciledug.

Untuk mengatasi kekurangan air tersebut, PDAM Tirta Benteng mengirim empat tangki air dengan kapasitas masing-masing 3.000  liter untuk tiga kecamatan tersebut.


Penulis: Pingkan E Dundu
Editor : Agus Mulyadi