Kamis, 23 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Mei 2013 | 03:21 WIB
Kompolnas: Tidak Ada Rekayasa Teroris Solo
Penulis : Robertus Belarminus | Jumat, 7 September 2012 | 11:56 WIB
Dibaca:
|
Share:
Kompolnas: Tidak Ada Rekayasa Teroris Solo KOMPAS.com/ROBERTUS BELARMINUS Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Adrianus Meliala, ketika mendatangi ruang jenazah RS Polri untuk melihat kedua jenazah terduga teroris Farhan dan Muchsin. Jumat (7/9/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Adrianus Meliala membantah adanya anggapan penggerebekan teroris Solo adalah rekayasa. Menurut dia, hal itu murni perang melawan terorisme yang dilakukan oleh Polri.

"Ada yang mengatakan bahwa teror Solo itu boong-boongan dan rekayasa. Tetapi, kami memastikan hal itu tidak benar," ujar Adrianus saat mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I, Raden Said Sukanto atau RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (7/9/2012) siang.

Menurut dia, anggota Kompolnas sendiri di antaranya sudah mendatangi Solo untuk langsung memastikan kejadian itu. Dan, apa yang dilakukan oleh Polri, dalam hal ini Densus 88 Antiteror, adalah tindakan perang melawan terorisme pada umumnya. Adrianus menilai Densus 88 Antiteror sudah profesional dalam menjalankan perang melawan terorisme itu.

Sementara itu, kedatangannya beserta rombongan di RS Polri langsung menuju pada kamar jenazah tempat kedua jenazah teroris diinapkan sejak tiba di RS Polri pada 1 September 2012 lalu. Adrianus memastikan kedua terduga teoris itu tewas akibat kontak senjata dengan Densus 88.

"Tadi kami melihat kedua terduga teoris dari DNA-nya memang dia Farhan dan Muchsin, dan keluarga juga mengakui bahwa itu memang keluarga mereka. Ya, demikian mereka tewas karena kontak tembak," ujar Adrianus.

Editor :
Hertanto Soebijoto