Sabtu, 2 Agustus 2014

News / Megapolitan

Wagub DKI di Tengah Komunitas Kotak-kotak

Minggu, 9 September 2012 | 13:40 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto menghadiri acara halalbihalal yang diselenggarakan oleh komunitas Pemerintahan Masyarakat Jakarta Baru atau PMJB, Minggu (9/9/2012). Hadir dalam acara itu calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi.

Dalam acara tersebut, Prijanto yang baru saja meluncurkan buku "Kenapa Saya Mundur" memberikan kata sambutan di ratusan orang yang menggunakan kemeja kotak-kotak yang biasa digunakan Jokowi dan calon wakil gubernur pasangannya, Basuki Tjahaja Purnama. Selain komunitas PMJB, acara itu juga dihadiri komunitas Relawan Penggerak Jakarta Baru (RPJB).

Kepada para hadirin, Prijanto mengingatkan warga untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Warga juga diminta untuk tidak terpancing oleh upaya memecah-belah persatuan.

"Apabila ada yang melakukan tindakan yang bisa memecahkan tali persaudaraan, maka unsur tersebut dapat dikatakan sebagai pengkhianat bangsa," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto di Cipinang, Jakarta Timur, Minggu (9/9/2012) siang.

Pernyataan itu ia sampaikan terkait adanya upaya provokasi menjelang berlangsungnya putaran kedua pemilihan kepala daerah DKI Jakarta pada 20 September 2012. Ia mengatakan bahwa siapa pun yang melakukan upaya seperti itu layak disebut sebagai pengkhianat bangsa.

"Kalau ada orang yang ajak konflik dan masih ngotot, mereka bagai orang Belanda pada zaman penjajahan," kata Prijanto yang duduk berdampingan dengan Jokowi.

Prijanto mengatakan, masyarakat di Jakarta sudah dapat berpikir dewasa sehingga tidak akan terlena dengan isu-isu yang dapat menimbulkan perpecahan. Warga juga sudah bisa menyadari bahwa kegaduhan yang ditimbulkan dari isu-isu yang memecah-belah masyarakat hanya akan membawa malapetaka.

Untuk itu, kata Prijanto, sebaiknya setiap warga menentukan pemimpin yang dapat mengayomi masyarakat. Jangan sampai salah menentukan pilihan dan nantinya terus menimbulkan problematika mengenai perbedaan di Indonesia, khususnya Jakarta.

 


Penulis: Alfiyyatur Rohmah
Editor : Laksono Hari W