Jumat, 1 Agustus 2014

News / Megapolitan

Nelayan Kekurangan BBM Subsidi

Senin, 10 September 2012 | 16:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasokan bahan bakar minyak bersubsidi untuk nelayan Indonesia hingga kini masih minim. Kebutuhan solar bersubsidi untuk nelayan setiap tahun mencapai 2,5 juta kiloliter (kl), tetapi baru terpenuhi kuota sekitar 1,8 juta kl.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Heryanto Marwoto, di Jakarta, Senin (10/8/2012) mengemukakan, dari kuota 1,8 juta kl solar bersubsidi untuk nelayan, realisasi baru sekitar 800.000 kl. "Ada kekurangan pasokan BBM nelayan di setiap pelabuhan dibandingkan kebutuhan yang ada," ujar Marwoto.

Dicontohkan, kebutuhan BBM subsidi untuk kapal nelayan di Bitung mencapai 250 kl per bulan, sedangkan alokasi tidak pernah diatas 150 kl. Ia mengakui, masih ada kelemahan dalam pengendalian penggunaan BBM bersubsidi. Untuk itu, pihaknya kini mensyaratkan kapal nelayan penerima BBM bersubsidi untuk memiliki rekomendasi dari kepala pelabuhan.

Meski demikian, tidak seluruh kios ataupun stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPDN) di pangkalan pendaratan ikan memiliki kepala pelabuhan. Akibatnya, pencatatan penyaluran BBM bersubsidi rentan disalahgunakan. Penyaluran BBM subsidi ditujukan untuk seluruh kapal ikan dalam negeri. Adapun kuota solar bersubsidi untuk kapal nelayan maksimum sebanyak 25 kl per bulan.


Penulis: Brigita Maria Lukita
Editor : Rusdi Amral