Rabu, 26 November 2014

News / Megapolitan

Libur Pilkada DKI Bukan untuk Jalan-jalan

Senin, 10 September 2012 | 16:08 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada Kamis (20/9/2012) pekan depan dinyatakan sebagai hari libur bagi warga DKI Jakarta. Namun, hari libur ini wajib digunakan untuk mengikuti Pilgub DKI Jakarta putaran kedua.

"Jangan dijadikan alasan untuk jalan-jalan. Liburan itu dijadikan kesempatan yang diberikan kepada pemilih untuk datang ke TPS, untuk coblos," kata Ketua Pokja Pilkada DKI Jakarta Sumarno saat melakukan sosialisasi Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di hadapan siswa kelas XII di SMA 25 dan SMA 68, Jakarta Pusat, Senin (10/9/2012).

Dalam acara ini, Sumarno juga menjelaskan pentingnya partisipasi pemilih pemula, seperti anak-anak SMA, dalam menentukan pemimpin DKI Jakarta. Ia menilai pemilih pemula ini bersikap kritis dan jumlahnya cukup signifikan. Kontribusi mereka akan memberikan hal positif untuk pilkada kali ini. Untuk itu, ia berharap para calon pemilih tersebut tidak menjadi golongan putih (golput) atau mengabaikan hak pilihnya.

Sumarno menjelaskan bahwa para pemilih pemula ini harus menjadi pemilih cerdas dengan mengetahui visi dan misi masing-masing calon, memberi penilaian dan menghindari money politic. "Kalian harus jadi pemilih cerdas, jangan ikut-ikutan. Harus kenali visi dan misi cagub. Dilihat mana yang paling bagus, dilihat programnya, dilihat pendidikannya. Bukan sekadar milih," ujarnya.

Sumarno menyatakan, putaran kedua Pilkada DKI akan diikuti oleh 800.000 pemilih pemula. Pemilih pemula merupakan pemilih yang berumur 17 tahun hingga 11 Juli 2012. Adapun yang berumur 17 tahun antara 11 Juli dan 20 September 2012 tidak termasuk dalam kategori pemilih karena tetap tak diperkenankan mencoblos pada putaran kedua.

Kepada 90 siswa yang hadir dalam acara tersebut, Sumarno menjelaskan bahwa model kampanye pada pilkada putaran kedua berbeda dari model kampanye pada Pilkada DKI Jakarta putaran pertama. Ia mengajak para pemilih pemula untuk menyaksikan kampanye calon kepala daerah melalui debat dan talkshow di televisi. Kampanye melalui media massa ini ditujukan untuk penajaman visi dan misi kandidat peserta yang berlangsung selama 14-16 September.


Penulis: Joe Leribun
Editor : Laksono Hari W