Rabu, 22 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 22 Mei 2013 | 01:47 WIB
Kali Jadi Tempat Sampah, Penyakit Intai Anak-anak
Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Selasa, 11 September 2012 | 18:47 WIB
Dibaca:
|
Share:
Kali Jadi Tempat Sampah, Penyakit Intai Anak-anak Fabian Januarius Kuwado Kali Kecil yang melintas di lima RT dan dua RW di Batuampar, Kramat Jati, Jakarta Timur, berubah fungsi. Seharusnya menjadi aliran air, kali tersebut menjadi tempat sampah raksasa sepanjang 1 Kilometer.

JAKARTA, KOMPAS.com - Berubahnya fungsi Kali Kecil di Batuampar, Kramat Jati, Jakarta Timur, menjadi tempat sampah raksasa, tak hanya membuat resah warga dewasa, namun juga anak-anak. Banyak orang tua yang khawatir, kondisi kali yang tidak sehat bisa membuat anak-anak terkena penyakit.

"Kan banyak lalat sama nyamuk. Udah gitu, jarak rumah sama kali kan deket. Kita sangat khawatir lah," ujar Ida (55), warga RT 03 RW 06, Batuampar, Kramat Jati, Jakarta Timur, kepada Kompas.com, Selasa (11/9/2012).

Hal senada juga diungkapkan Rika (30), warga RT 03 RW 06. Dua anaknya yang masih kecil kerap mengeluh bau dari tumpukan berbagai jenis sampah di kali tersebut. Terlebih, akibat semakin menumpuknya sampah, pada beberapa bagian tampak membusuk dan mengeluarkan belatung. Hal itu sangat mengkhawatirkan karena dekat dengan aktivitas bermain anak-anak.

"Mangkanya warga sini yang udah nggak tahan sering dibakar itu tumpukan sampahnya. Soalnya bau sama lalatnya banyak, anak-anak nggak tahan," ujarnya.

Sementara Fatmah (55), warga RT 03 RW 06, mengaku pasrah atas kondisi demikian. Meski sampah sudah menumpuk sejak satu bulan lebih, ia mengaku anggota keluarganya, terutama cucunya belum menderita sakit. Ia bersama warga lainnya hanya bisa berharap, pemerintah melalui instansi terkait dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Mudah-mudahan sih nggak ada penyakit. Habisnya rumahnya pinggir kali, jadi mau gimana lagi. Kita sih mohon saja sama Allah," ujarnya.

Pada awalnya, berbagai jenis sampah hanya menumpuk di ruas kali di RT 002. Namun, lama kelamaan sampah pun menumpuk hingga sekitar sepanjang 1 kilometer. Bahkan, kondisinya semakin membuat jijik warga. Pasalnya, di beberapa bagian, tampak dipenuhi lalat, tikus dan keluar belatung.

Berdasarkan pantauan, kali selebar lima meter tersebut penuh dengan berbagai jenis sampah, mulai dari sampah rumah tangga hingga sampah kayu. Saking menumpuknya sampah, aliran air sudah tak terlihat lagi. Bahkan, di bagian bawah sampah, terlihat kering sehingga bisa dibuat berpijak di atasnya.

Kondisi demikian nampak ironis jika melihat jalan yang berada di sepanjang kali. Banyak anak-anak kecil yang menggunakan jalan tersebut untuk bermain. Namun seperti biasa, kondisi tak sehat itu tentu tak disadari bocah-bocah tersebut. Tinggal bagaimana pemerintah terkait mampu menyelesaikan permasalahan tersebut.

 

Editor :
Ana Shofiana Syatiri