Air Minum Kemasan Picu Aksi Mogok Angkot B 14
- Penulis :
- Alfiyyatur Rohmah
- Rabu, 12 September 2012 | 01:16 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi mogok yang dilakukan sopir angkot B 14 trayek Cengkareng-Citraland dipicu pemukulan yang dilakukan preman depan Tol Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Sopir angkot dipaksa membeli air minum kemasan oleh preman yang selalu berjaga di wilayah tersebut.
"Setiap angkot yang ngetem harus beli air sama orang itu," kata sopir angkot B 14 yang tidak mau disebutkan namanya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (11/9/2012).
Dia mengungkapkan, kejadian pemaksaan membeli air mineral sudah sering dilakukan preman tanah kosong depan Tol Kebon Jeruk. Sekitar 20 preman berjaga di wilayah tersebut.
Sopir angkot mengisahkan, pada Selasa pagi, salah satu rekannya, Nanto, ngetem di depan Tol Kebon Jeruk. Tiba-tiba beberapa preman memaksa dia untuk tidak mengangkut penumpang di depan tol. Larangan mengangkut penumpang dipicu karena Nanto tidak mau membeli air minum kemasan. Setelah mengusir, kaca mobil B 14 dipecahkan oleh preman tersebut. Nanto tidak terima. Dia langsung keluar dari angkot dan bertanya kenapa kaca mobilnya dipecahkan. Ia kesal karena angkot tersebut bukan miliknya.
Namun, Nanto justru dipukul dengan benda tumpul sampai berdarah dan menerima beberapa jahitan di kepalanya. Melihat rekannya mendapat perlakuan tidak menyenangkan, para sopir angkot B 14 melakukan aksi mogok, tidak mengangkut penumpang pada hari Selasa ini. Aksi mogok mulai dilakukan pukul 10.00 WIB.
"Kalau jualannya baik-baik dan enggak maksa sih kami terima saja, tapi mereka jualannya maksa. Kasihnya juga dilempar," kata sopir B 14.
Sopir angkot mengatakan, dia dan rekan-rekannya sepakat untuk melakukan aksi demo. Mereka meminta pengamanan kepada pihak kepolisian. Sebelumnya, mereka sering dipaksa membeli air minum kemasan isi 600 ml dengan harga Rp 3.000. Jika tidak membeli, maka angkot akan ditimpuk menggunakan batu.
"Kami takutnya kan sekarang saja sudah berani pukul dan nimpuk. Nanti kalau lagi ngetem malam tiba-tiba ditusuk, gimana?" kata sopir B 14.
Seperti diberitakan sebelumnya, angkot B 14 trayek Cengkareng-Citraland melakukan aksi mogok mengangkut penumpang. Aksi tersebut merupakan solidaritas sesama sopir angkot karena telah terjadi pemukulan oleh preman di depan Pintu Tol Kebon Jeruk, Jakarta Barat.