Jumat, 25 April 2014

News / Megapolitan

Teknisi Motor Itu Belum Kembali ke Keluarganya

Rabu, 12 September 2012 | 06:02 WIB

Baca juga

BOGOR, KOMPAS.com - Seorang perempuan berumur 30-an melambaikan tangan, memberi tanda bahwa penghuni rumah tidak ingin ditemui siapa pun, Selasa (11/9/2012) siang. Sesaat kemudian, dia masuk ke dalam rumah lalu menutup pintu samping.

Sebelumnya, dia juga sempat menyampaikan penolakan. ”Arif belum balik, istrinya sakit.” katanya kepada Kompas saat ditemui di Desa Susukan, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor.

Lelaki dimaksud bernama lengkap Arif Hidayat (31), teknisi motor di Sawah Besar, Jakarta. Di rumah itu, dia tinggal bersama anak dan istrinya. Sejak Senin (10/9/2012) pagi keberadaan Arif tidak jelas. Keluarga hilang kontak setelah polisi menggerebek sebuah rumah di RT 03 RW 08 Desa Susukan.

Rumah mertua Arif berjarak sekitar 300 meter dari lokasi rumah yang digerebek pasukan Detasemen Khusus 88 Antiteror. Sejak penggerebekan itu, keluarga Arif seakan menanggung beban moral mahaberat. Beberapa media bahkan lugas menyebut Arif bagian dari jaringan teroris kelompok Thorik.

Berita ini yang mencoreng nama baik keluarga. Sebab, pihak keluarga yakin Arif tidak terlibat jaringan teroris. Mertua Arif, Hajah Maryati (60), tidak percaya menantunya melakukan aksi teror.

Dia menegaskan, Sabtu (8/9/2012) malam, saat bom meledak di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara di Beji, Depok, Arif sedang berada di rumah mertuanya di Bojong Gede.

Kondisi fisik Arif juga sedang tidak baik. Menurut istrinya, Nurjannah (26), Arif sedang menderita gejala tipus. Komunikasi dengan keluarga juga baik, tidak ada yang berubah. ”Apa lagi yang mau dicurigai,” tutur Maryati.

Teman-teman Arif

Hilangnya keberadaan Arif tidak lepas dari teman-teman barunya. Enam bulan silam, Arif berkenalan dengan Anwar, salah satu penghuni rumah yang digerebek polisi di Bojong Gede. Anwar selanjutnya meminta dicarikan kontrakan rumah. Arif merekomendasikan rumah milik perempuan bernama Intan di Bojong Gede.

Perkenalan dengan Anwar berlanjut pada hubungan kerja. Arif sempat bekerja sekitar satu minggu di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Beji. Arif keluar kerja dari yayasan itu karena tidak cocok.

Arif juga beberapa kali main ke rumah yang digerebek polisi di Bojong Gede. Bahkan ia sempat membantu membuat susu kedelai di rumah kontrakan Anwar, lelaki misterius yang diduga menjadi korban ledakan di Beji. Saat ini, Anwar menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Sukanto, Kramatjati, Jakarta.

Lantaran dekatnya hubungan Arif dengan kelompok Anwar, polisi menjemputnya atas bantuan Ketua RW 08 Desa Susukan Deni Iskandar. Kepada keluarga, polisi menjelaskan Arif hendak dimintai keterangan. Petugas melarang Arif membawa telepon seluler. Oleh karena itu, keluarga tidak bisa menghubungi Arif.

Keluarga keberatan

Pihak keluarga merasa tersudut dengan beberapa pemberitaan yang menyebut keterlibatan Arif dalam jaringan teroris.

”Seharusnya ada konfirmasi. Saya yakin Arif tidak terlibat. Kebetulan saja berteman dengan orang itu, belum tentu dia bersalah,” tutur kakak ipar Arif yang tak ingin disebut namanya.

Di tengah ketidakjelasan posisi Arif, keluarga mengharap keadilan. Paling tidak, bisa berkomunikasi dengan Arif. ”Jangan hakimi dia sebagai seorang teroris,” kata kakak ipar Arif. (Andy Riza Hidayat)

 


Editor : Hertanto Soebijoto
Sumber: