Kamis, 23 Oktober 2014

News / Megapolitan

Deklarasi Damai Cagub yang Tak Damai

Kamis, 13 September 2012 | 22:08 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Kegiatan bertajuk deklarasi damai yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta tampaknya tidak mencapai misinya. Suasana Monas yang panas semakin memanas saat simpatisan pasangan Foke-Nara mulai berulah.

Para simpatisan Foke-Nara yang berdiri di depan panggung tidak berhenti berteriak-teriak dan mencemooh saat cawagub Basuki Tjahaja Purnama memberikan sambutan. Bahkan beberapa dari teriakan tersebut membawa kepercayaan mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

Teriakan-teriakan dengan nada negatif tersebut terus bersahutan saat pria yang akrab disapa Ahok ini menjelaskan absennya Jokowi pada kegiatan deklarasi damai ini. Padahal simpatisan Jokowi-Basuki yang datang mengenakan kemeja kotak-kotak saat petahana Fauzi Bowo tengah memberikan sambutannya tetap bersikap tenang dan mendengarkan.

Tidak ada teriakan atau cemoohan yang dilancarkan pada pria berkumis tersebut saat sedang berbicara pada deklarasi damai ini. Menanggapi kejadian tersebut, Ahok tetap terus berbicara dan mengeluarkan kalimat yang sedikit menyentil para simpatisan Foke-Nara.

"Saya berterima kasih pada pendukung kami yang telah memenangkan kami pada putaran pertama lalu," ujar Ahok, di Silang Monas, Kamis (13/9/2012) yang membuat simpatisan Foke-Nara semakin berteriak-teriak.

Sayangnya aksi tidak menyenangkan simpatisan Foke-Nara ini tidak berusaha diredakan oleh pihak keamanan yang tadi bertugas. Padahal semestinya sebagai pendukung juga harus tetap memiliki sikap yang santun dalam memberikan dukungannya.

Dengan situasi tersebut, aksi saling sindir antarcalon juga sempat terjadi. Padahal seperti diketahui, acara ini juga dihadiri oleh para pejabat negara seperti Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Ketua KPU RI Husni Kamil Malik, Ketua DPR RI Marzuki Alie dan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.

Ahok sempat mempersilakan hadirin untuk memilih pasangan nomor satu jika memang terbukti bersih dan transparan dalam memimpin. Namun jika dirinya dan Jokowi terbukti lebih bersih dan transparan maka sebaiknya tetap menjatuhkan pilihan pada nomor urut tiga.

Petahana Fauzi Bowo yang semula tampak biasa saja menjadi sedikit terpancing. Sebelum membacakan deklarasi damai di hadapan seluruh pendukungnya yang berkumpul di Silang Monas, ia menegaskan bahwa warga Jakarta sebaiknya memilih pemimpin yang sudah dikenalnya.

"Harus tahu dulu semuanya. Warga Jakarta juga begitu. Harus tahu, jangan beli kucing dalam karung," tegasnya.


Penulis: Riana Afifah
Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo