Sabtu, 25 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 25 Mei 2013 | 12:50 WIB
Faisal Basri Bantah Dukung Foke-Nara
Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Jumat, 14 September 2012 | 05:59 WIB
Dibaca:
|
Share:
Faisal Basri Bantah Dukung Foke-Nara KOMPAS IMAGES/MUNDRI WINANTO Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Faisal Basri saat berkunjung di kantor redaksi Kompas.com di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Kamis (10/5/2012). Faisal Basri dan wakilnya Biem Benyamin memilih jalur independen untuk maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan calon gubernur DKI Jakarta, Faisal Basri Batubara, menegaskan, dirinya tak mengarahkan dukungan kepada calon gubernur mana pun. Penegasan tersebut diungkapkan setelah beredar undangan acara deklarasi dukungan yang mengklaim pendukung Faisal Basri kepada salah satu calon.

"Faisal Basri menegaskan kembali tidak akan mengarahkan dukungan kepada cagub siapa pun," ujarnya melalui siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (13/9/2012) malam.

Pria yang kalah dalam putaran pertama tersebut mengatakan, pernyataan pihak yang mengatasnamakan tim Faisal-Biem untuk kepentingan dukungan ke cagub atau cawagub tertentu merupakan klaim yang tidak benar. Menurut dia, pernyataan tersebut seharusnya diterjemahkan sebagai pernyataan individual.

"Faisal-Biem membebaskan eks tim dan pendukungnya untuk memilih gubernurnya. Itu diserahkan ke pribadi dan hati nurani masing-masing dan tanpa mengatasnamakan Faisal Basri atau Tim Faisal-Biem," katanya.

Pernyataan tersebut diungkapkan setelah secara mengejutkan pria yang dikenal kritis terhadap kebijakan pemerintah provinsi ini mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan nomor urut satu. Deklarasi tersebut tercantum dalam agenda yang dikeluarkan oleh Tim Media Center Foke-Nara.

Berikut ini saduran undangan tersebut: "Deklarasi Tim Sukses dan Pendukung Faisal Basri - Biem Benyamin kepada Pasangan Fauzi Bowo - Nachrowi Ramli, di Posko Faisal-Biem Jalan Kramat Jaya Baru, Blok D-2 No.37 Johar Baru, Jakpus."

Pria yang ketika putaran pertama berpasangan dengan Biem Benyamin tersebut menyayangkan munculnya deklarasi itu. Namun, Faisal kembali memastikan deklarasi itu bersifat ilegal dan mencederai komitmen independen yang telah disepakati bersama. Terlebih, struktur tim sukses sudah dinyatakan bubar satu minggu setelah putaran pertama usai.

Editor :
Hertanto Soebijoto