TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, Nachrowi Ramli, dan Basuki T Purnama (ki-ka) bersalaman saat acara deklarasi Kampanye Damai Pilkada DKI Jakarta, di Monas, Jakarta, Kamis (13/9/2012). Putaran kedua Pilkada DKI Jakarta akan dilaksanakan pada 20 September mendatang, dengen peserta pasangan Foke-Nara dan Jokowi-Basuki.
JAKARTA, KOMPAS.com - Kedua pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta sama-sama memanfaatkan aturan hari bebas kendaraan bermotor (car free day) di Jalan Thamrin dan Jalan Sudirman untuk mengisi hari ketiga kampanye. Kedua kubu saling unjuk kebolehan dan daya tarik di lokasi sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2012).
Uniknya, kedua kubu yang sedang bersaing ini juga memilih lokasi yang berseberangan. Kubu Foke-Nara memilih lokasi di depan Pos Polisi Bundaran HI, sedangkan kubu penantangnya berada di halaman depan dan trotoar sekitar Plaza Indonesia dan Hotel Indonesia Kempinski. Di tengahnya, di lokasi air mancur Bundaran HI berdiri Ramdansyah, Ketua Panwaslu DKI Jakarta, dan jajarannya.
Kehadiran mereka bukan saja untuk melakungan pengawasan kampanye. Bersama relawan pemantau Penghitungan Suara TPS yang tergabung dalam Forum e-Demokrasi (FeD) Jakarta, mereka mengajak warga untuk berpartisipasi dalam pemantauan Pilkada Jakarta.
Situasi unik itu bertambah ramai karena masing-masing kelompok datang dengan massa pendukung berjumlah besar. Jokowi-Ahok yang tiba di depan Plaza Indonesia dengan bersepeda langsung disuguhi flash mob (tarian massal) pendukungnya. Tarian kompak diperagakan bersama ribuan pendukung mereka dengan diiringi Jingle Jakarta Baru.
Acara kubu Foke-Nara lebih mengarah ke karnaval kecil di jalur car free day. Parade kemudian berkumpul di depan Pospol Bundaran HI untuk menikmati hiburan musik.
"Kami yakin semuanya akan berlangsung aman, tanpa pelanggaran. Masing-masing kubu terlihat tertib dan tidak saling mengganggu," kata Ramdansyah kepada wartawan.
