Rabu, 16 April 2014

News / Megapolitan

Ini Cara Foke Tuntaskan Keterbatasan Air di Jakarta

Minggu, 16 September 2012 | 21:27 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Permasalahan air bersih hingga saat ini masih belum terselesaikan di Ibu Kota. Bayangkan saja sebagai kota metropolitan, ketersediaan air bersih masih sangat terbatas khususnya bagi daerah permukiman kumuh dan padat penduduk.

Petahana Fauzi Bowo mengaku bahwa ketersediaan air bersih di Jakarta masih terbatas mengingat sumber air di Jakarta saat ini hanya berasal dari Jatiluhur. Untuk itu, pihaknya tengah mengupayakan penjernihan air Jatiluhur agar ketersediaan air di Jakarta dapat meningkat.

"Jadi kami akan keluarkan dana Rp 4 triliun bukan sekadar Rp 24 miliar untuk penjernihan air Jatiluhur. Kemudian disalurkan pada warga melalui pipa," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, saat Jakarta Memilih The Final Round: Dialog Penajaman Visi Misi dan Program Kandidat Gubernur DKI Jakarta di Studio Metro TV, Jakarta, Minggu (16/9/2012).

Dengan sistem yang akan dilakukan dalam tiga tahun ini, pipa tersebut akan mengalirkan air bersih dengan kuantitas 9 meter kubik per detik. "Jadi bukan sekadar air baku tapi air bersih. Yang jelas penyediaan air bersih ini akan memotivasi dua operator yang saat ini melayani warga," ungkap Foke.

Selain itu, dia juga akan membangun tanggul raksasa di Teluk Jakarta untuk menangkap 13 aliran sungai di Jakarta sehingga tidak lagi terbuang sia-sia ke laut. "Tiga belas sungai itu mengalir ke laut begitu saja tanpa dimanfaatkan. Dengan adanya tanggul ini, air sungai nggak akan ngalir gitu aja," kata Foke.

Ia juga menekankan bahwa ketersediaan air baku di daerah permukiman padat penduduk masih baik. Ia memberi contoh di rumah susun layang Muara Angke dan Kali Baru. Warga miskin tetap dapat menikmati layanan air baku dengan lancar dan tarif yang disesuaikan bagi mereka.


Penulis: Riana Afifah
Editor : Hertanto Soebijoto