Rabu, 22 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 22 Mei 2013 | 05:15 WIB
Foke Paparkan Peremajaan Angkutan Umum
Penulis : Riana Afifah | Minggu, 16 September 2012 | 21:42 WIB
Dibaca:
|
Share:
Foke Paparkan Peremajaan Angkutan Umum KOMPAS.COM/FABIAN JANUARIUS KUWADO Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut satu, Fauzi Bowo, melakukan kampanye hari kedua Pilkada 2012, Sabtu (15/9/2012). Dalam kegiatan kali ini, Foke, sapaan akrabnya mengunjungi warga RW 03, Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur.

JAKARTA, KOMPAS.com - Petahana Fauzi Bowo mengakui bahwa trayek angkutan kecil yang beroperasi di Jakarta terkadang menambah rumit lalu lintas dan menimbulkan kemacetan yang kian parah. Namun, angkutan kecil ini tetap dibutuhkan sebagai feeder bagi warga Jakarta.

"Trayek yang banyak tentu menambah rumit lalu lintas. Tapi angkutan kecil akan menjadi feeder dan menjadi pendukung, jadi harus diremajakan," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, dalam Jakarta Memilih The Final Round : Dialog Penajaman Visi Misi dan program kandidat gubernur DKI Jakarta, di Studio Metro TV, Jakarta, Minggu (16/9/2012).

Ia mengungkapkan bahwa untuk menyelesaikan masalah angkutan umum ini, sebaiknya jangan terkecoh pada ukurannya. Meski ia mengakui bahwa angkutan umum yang kecil tidak memiliki daya angkut yang banyak dan membutuhkan space yang banyak selama berada di jalan.

"Kami akan akomodasikan dengan angkutan umum yang ukurannya disesuaikan tapi mampu mengangkut lebih banyak," ujar Foke. "Sekarang ini, bukan masalah modanya tapi kebutuhannya. Untuk itu, kami akan segera luncurkan MRT, nanti angkutan kecil ini menjadi penghubungnya," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa penataan angkutan umum ini tengah dilakukan secara bertahap. Salah satunya adalah peremajaan bajaj dengan mengganti bajaj model lama dengan model baru yang berbahan bakar gas sehingga ramah lingkungan. Kemudian pihaknya juga terus memberi pengertian pada para pemilik angkutan umum agar mau membagi secara adil kepemilikan tersebut. Sehingga kebutuhan warga dapat terpenuhi secara optimal dan profit yang diperoleh oleh pemilik juga bertambah.

"Trayek itu diciptakan buat yang ada penumpangnya. Jadi harus ditempatkan secara proporsional. Pemilik diberi pemahaman, dengan berbagi adil mengenai masalah ini, maka profitnya akan lebih tinggi," kata Foke.

Editor :
Hertanto Soebijoto