Senin, 17 September 2012

News

Pendukung Jokowi-Basuki Diminta Periksa Surat Suara

  • Penulis :
  • Sandro Gatra
  • Senin, 17 September 2012 | 09:27 WIB
Surat suara Pilkada DKI Jakarta putaran kedua diperiksa di kantor Kecamatan Kebayoran Baru, Jalan Kerinci IX, Jakarta Selatan, Selasa (11/9/2012). Surat suara ini nantinya akan disebarkan ke 253 TPS di 10 kelurahan di Kebayoran Baru untuk melayani 114.500 pemilih pada Pilkada putaran kedua 20 September. | KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendukung pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama diminta waspada ketika pemungutan suara di putaran kedua Pilkada DKI, Kamis (20/9/2012). Seluruh pendukung diminta memeriksa surat suara dengan cermat sebelum mencoblos.

Periksa apakah gambar itu catat atau tidak. Pasalnya, bila ada lubang selain lubang pencoblosan maka dianggap catat dan akan dianulir atau tidak sah
-- Fadli Zon

"Periksa apakah gambar itu catat atau tidak. Pasalnya, bila ada lubang selain lubang pencoblosan maka dianggap catat dan akan dianulir atau tidak sah," kata Wakil Ketua Umum PP Partai Gerindra Fadli Zon, di Jakarta, Senin (17/9/2012).

Fadli menilai, ada indikasi penggunaan segala cara untuk mengalahkan pasangan Jokowi-Basuki, salah satunya dengan melubangi surat suara terlebih dulu. Pasalnya, kata dia, sudah terpetakan wilayah pendukung Jokowi-Basuki berdasarkan hasil pemungutan suara di putaran pertama Juli lalu.

"Jadi periksa dulu surat suara sebelum mencoblos. Mari kita jaga pemilukada yang bersih, jujur, tanpa ancaman, tanpa kecurangan," ujar Fadli.

Pada pemungutan suara putaran pertama, 11 Juli 2012, pasangan Jokowi-Basuki unggul dengan perolehan suara sebesar 1.847.157 (42,60 persen). Adapun, pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli mendapat dukungan 1.476.648 suara (34,05 persen).

Berita terkait Pilkada DKI Jakarta dapat diikuti dalam Lipsus Kompas.com "Jakarta 1"

Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Pilkada DKI 2012 - Berita
[x] close