Rabu, 16 April 2014

News / Megapolitan

Siapa Pemenang Pilkada DKI?

Selasa, 18 September 2012 | 15:11 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — "Siapa Pemenang Pilkada DKI?" merupakan tema hasil survei yang dirilis Lingkaran Survey Indonesia (LSI). Hasilnya? Pemenang Pilkada DKI Jakarta tidak bisa diprediksi. Namun, kemenangan di antara dua pasangan cagub-cawagub ditentukan oleh dua hal, yaitu suara mengambang dan tingkat golput.

Arman Salam, Direktur Riset LSI sekaligus peneliti survei itu, menjelaskan bahwa persaingan di antara dua pasang cagub-cawagub tersebut sangat ketat. Secara statistik, peneliti tak mampu mendapat gambaran data tentang siapa yang paling unggul dalam Pilkada DKI Jakarta.

"Pemenang tidak bisa diprediksi. Sebanyak 10 sampai 30 persen suara mengambang akan menentukan di hari-hari terakhir, dan pendukung siapa yang paling banyak golput, akan kalah," ujar Arman di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (18/9/2012).

Kesimpulan tersebut diperoleh dari beberapa pertanyaan. Salah satunya dengan pertanyaan terbuka atas dukungan yang diperoleh Foke-Nara sebesar 45,1 persen, sementara Jokowi-Ahok 44,2 persen.

Untuk pertanyaan tertutup, Jokowi Ahok meningkat jadi 46,1 persen, sementara Foke-Nara di angka 44,6 persen, dan 9,6 persen tak menjawab atau rahasia.

Dalam survei itu, Foke sebagai petahana (incumbent) memiliki tingkat popularitas oleh publik Jakarta sebesar 95 persen. Adapun Jokowi memiliki tingkat popularitas di publik Jakarta sebesar 88,7 persen. Meski persentase Foke lebih tinggi, tingkat kesukaan publik DKI Jakarta kepada Jokowi lebih besar dengan selisih 4,3 persen.

"Publik DKI lebih suka Jokowi sebesar 65,2 persen dari yang mengenalnya dan 60,9 persen publik merasa suka pada Foke dari yang mengenalinya. Hal ini warning bagi incumbent karena tingkat kesukaan yang tinggi," lanjutnya.

Dari tingkat golput, persentasenya diprediksi tidak berubah. Jika pada Pilkada DKI 2007 tercatat 35 persen, sementara Pilkada DKI 2012 tercatat 37 persen. Untuk putaran kedua 20 September 2012 mendatang, angka golput diprediksi berada pada kisaran 30 persen sampai 40 persen.

Survei itu dilakukan pada September 2012 menggunakan metode tatap muka dengan kuesioner. Desain sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden awal 440 dan margin error 4,8 persen. Sementara itu, responden asli yang dapat diwawancarai sebesar 68 persen dan 32 persen responden merupakan pengganti.

 


Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Ana Shofiana Syatiri