Kali Kecil Batuampar Masih Jadi Tempat Sampah
- Penulis :
- Fabian Januarius Kuwado
- Selasa, 18 September 2012 | 22:32 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Keresahan warga di lima RT dan dua RW di Batuampar, Kramat Jati, Jakarta Timur, belum usai. Kali Kecil yang melintas di permukiman warga, sudah satu bulan lebih masih dibanjiri sampah.
Warga berharap pemerintah melalui instansi terkait mampu menyelesaikan permasalahan warga tersebut. Djafar Sodiq Doli (54), warga RT 10 RW 01, Batuampar, Kramat Jati, Jakarta Timur, mengungkapkan, warga sekitar sudah pasrah melihat kondisi tersebut. Satu-satunya cara warga untuk mengurangi lalat, nyamuk dan bau yang diakibatkan oleh tumpukan sampah tersebut adalah dengan membakarnya.
"Dibakar saja sama warga, biar atas-atasnya nggak kelihatan kumuh, biar lalat sebagian mati, nyamuk soalnya juga agak kurang kalau dibakar," ujarnya saat ditemui Kompas.com, Selasa (18/9/2012).
Menurut Djafar, kondisi demikian bukan hanya disebabkan oleh aktivitas pembuangan sampah oleh warga sepanjang kali, namun warga yang melintas di jembatan Kali Kecil di Jl Batuampar, kerap membuang berbagai jenis sampah ke kali tersebut setiap subuh. Hal tersebut lah yang membuat kondisi sampah di kali makin menumpuk.
"Yang kaya gini memang susah dibereskannya. Orang-orang begitu nggak tahu nggak mampu bayar biaya kebersihan atau gimana, nggak tahu dah," keluhnya.
Berdasarkan informasi yang beredar di warga, pemerintah telah melakukan usaha untuk mengurai tumpukan sampah di pintu air Cililitan menggunakan eskavator. Namun, menurut Djafar, usaha tersebut dilakukan setelah kali yang berubah fungsi menjadi tempat sampah raksasa tersebut ramai di media masa.
Kondisi demikian yang terjadi di Kali Kecil yang melintasi lima RT, yaitu RT 01, RT 02, RT 03, RT 08, RT 10 dan dua RW, yaitu RW 01, RW 06, Kelurahan Batuampar, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Awalnya, sampah hanya memadati ruas kali di RT 002, namun, lama kelamaan sampah pun menumpuk hingga sepanjang 500 meter.
Berdasarkan pantauan, kali selebar lima meter tersebut penuh dengan berbagai jenis sampah, mulai dari sampah rumah tangga hingga sampah kayu. Saking menumpuknya sampah, aliran air sudah tak terlihat lagi. Bahkan, di bagian bawah sampah, terlihat kering sehingga bisa dibuat berpijak di atasnya. Parahnya, di beberapa bagian, sampah-sampah itu mengundang bau tak sedap sehingga timbul lalat dan belatung.