Sabtu, 1 November 2014

News / Megapolitan

Jokowi: Menang Jadi Tidak Penting

Kamis, 20 September 2012 | 20:27 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi, menilai keunggulannya dalam hitung cepat pemungutan suara putaran kedua bukanlah hal yang penting. Jokowi merasa kemenangan kali ini akan menjadi tugasnya untuk "memenangkan" warga.

"Sejak maju (menjadi calon gubernur), kami sudah menetapkan hati, bukan prestasi menang/kalah. Menang menjadi tidak penting, rakyat Jakarta yang harus dimenangkan," ujar Jokowi di markas Jokowi-Basuki, Jalan Borobudur 22, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2012).

Kelak jika resmi menjadi gubernur, Jokowi berjanji tidak akan lelah bekerja menelusuri gang kumuh dan sempit, pasar tradisional, dan perumahan elite untuk mewujudkan Jakarta lebih baik. Selain itu, di dalam pidatonya, Jokowi meminta agar Jakarta tetap bersatu.

"Tidak ada perpecahan di antara warga. Hanya ada satu, yaitu warga Jakarta yang akan maju bersatu dan saling mendukung Jakarta lebih baik. Kemenangan ini adalah kemenangan warga Jakarta," kata Jokowi.

Setelah sejumlah lembaga survei mengeluarkan hasil hitung cepat yang menempatkan Jokowi-Basuki di posisi teratas, ratusan relawan "kotak-kotak" membanjiri markas Jokowi-Basuki di Jalan Borobudur 22. Sejumlah tokoh juga silih berganti mendatangi posko ini dan memberikan selamat kepada pasangan Jokowi-Basuki. Pantauan Kompas.com, tampak pengusaha Moeryati Soedibyo, Prabowo Subiyanto, Fadly Zon, Dedy Gumilar alias Miing, dan Gading Marten hadir di markas tersebut.

Berita-berita lain terkait Pilkada DKI Jakarta dapat dilihat di Liputan Khusus Jakarta1.


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Laksono Hari W