Jumat, 1 Agustus 2014

News / Megapolitan

Kedubes AS Belum Reda dari Demo "Innocence of Muslims"

Jumat, 21 September 2012 | 15:33 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, masih menjadi sasaran pengunjuk rasa terkait film Innocence of Muslims. Kali ini unjuk rasa dilakukan oleh Ahlul Bait Indonesia (ABI).

Aksi unjuk rasa ABI itu dimulai pukul 14.30 WIB, Jumat (21/9/2012). Namun, aksi tersebut berlangsung damai. Jalan Medan Merdeka Selatan pun belum ditutup.

Pihak keamanan pun sudah berjaga-jaga sejak pagi. Meskipun tersebar di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan, konsentrasi penjagaan tetap di depan Kedubes AS. Sementara Kedubes AS tidak ada kegiatan, mengingat para karyawannya diliburkan terkait demo tersebut.

Sementara pengunjuk rasa ternyata bukan hanya memprotes terkait film Innocence of Muslims yang dinilai menghina agama Islam. Meraka juga memprotes terbitnya kartun di koran Perancis, Charlie Hebdo, yang dinilai mengejek-ejak Nabi Muhammad SAW.

"Jelas serangkaian aksi penistaan dan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW ini merupakan tindakan yang sangat serius dan direncanakan. Tujuan semuanya ini jelas, yakni menyebarkan dusta dan kebencian terhadap Islam," demikian tertulis dalam rilis ABI yang ditandatangani Sekjen ABI Ahmad Hidayat, Jumat (21/9/2012).

Dalam rilisnya ABI juga menegaskan film Innocence of Muslims menghina Nabi Muhhamad SAW. Visualisasi Nabi Muhammad SAW, menurut dasar ajaran agama Islam, tidak dibenarkan dan diharamkan, apalagi penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

"Ini penistaan," jelas Mansur, salah seorang orator dalam aksi ini.

Di Indonesia, pelarangan visualisasi Nabi Muhammad juga diperkuat oleh MUI dengan fatwah MUI Nomor 12 tanggal 2 Juni 1988, yang berbunyi para nabi/rasul dan keluarganya haram divisualisasikan dalam film.

Akibat dari demo ini juga, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Scot Marciel batal bertemu dengan Fraksi PKS di DPR. Pertemuan tersebut untuk membahas film Innocence of Muslims. Pertemuan tersebut pun dijadwalkan ulang.

Setelah selesai berunjuk rasa di Kantor Dubes Amerika, para demonstran dari ABI ini kemudian melakukan long march menuju Kantor Dubes Prancis di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, sambil melambaikan tulisan "Don't Insult My Prophet".

Mereka menuntut agar pemilik koran Charlie Hebdo diadili. Sebab koran tersebut telah menerbitkan kartu yang mengejek dan mengolok-olok Nabi Muhammad SAW.

 


Penulis: Joe Leribun
Editor : Ana Shofiana Syatiri