Senin, 20 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 20 Mei 2013 | 03:13 WIB
Basuki Bantah Lebih Pintar dari Jokowi
Penulis : Kurnia Sari Aziza | Sabtu, 22 September 2012 | 17:12 WIB
Dibaca:
|
Share:
Basuki Bantah Lebih Pintar dari Jokowi KOMPAS/WISNU WIDIANTORO Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta Nomor Urut 3, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama usai memberikan keterangan kepada wartawan di posko pemenangan pasangan tersebut di Jalan Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, membantah dirinya dikatakan lebih menguasai data dan lebih pintar dari pasangannya, Joko Widodo. Salah satu kekurangan Joko Widodo, menurut Basuki, adalah susah ngomong.

"Banyak hal yang saya pelajari dari Pak Jokowi, banyak yang saya dapatkan dari Pak Jokowi. Satu kekurangan beliau cuma Pak Jokowi susah ngomong. Masak Pak Ahok yang lebih pintar," kata pria yang akrab disapa Ahok, di Warung Daun, Jakarta, Sabtu, (22/9/2012).

Dia mencontohkan, saat debat kandidat kemarin, Jokowi mencontohkan beberapa negara seperti Thailand dengan gambar. "Saya bertanya, Pak itu gambarnya di mana? Pak Jokowi jawab di Solo. Ya, bilang dong Mas Jokowi, itu di Solo," kata Basuki sambil tertawa.

Basuki mengatakan, dirinya bersama Jokowi mementingkan action dan eksekusi. "Yang penting kami kerja, supaya masyarakat bisa merasakan perubahan itu, kami juga tidak menutup komunikasi. Jangan menjadi euforia dengan syukuran makan-makan terus, nanti kami kerjanya cuma memenuhi undangan, tidak kerja-kerja," kata Basuki.

Psikolog Politik Hamdi Muluk menyarankan pasangan Jokowi-Basuki untuk membuat kontrak politik dengan masyarakat Jakarta. "Setelah dilantik, 20 hari berikan kontrak politik. Mereka harus lebih banyak kerja daripada berwacana. Kita tidak perlu gelar berlapis-lapis, kita geser paradigma ini, kita dorong Jokowi-Basuki kedepan," kata Hamdi.

Seperti diberitakan sebelumnya, di Pilkada DKI Jakarta putaran kedua ini, bersaing dua pasangan calon, yaitu Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama. Menurut hasil hitung cepat Litbang Kompas yang diambil dari 200 sampel tempat pemungutan suara, pasangan Jokowi-Basuki unggul dengan total suara 52,97 persen dari jumlah suara sah. Sedangkan pasangan Foke-Nara mengantongi 47,03 persen dari suara sah.

Editor :
Hertanto Soebijoto