Minggu, 24 Agustus 2014

News / Megapolitan

Belum Ada Kepastian Sanksi untuk Pelaku Tawuran

Senin, 24 September 2012 | 17:16 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala SMA Negeri 70 Jakarta Saksono Liliek Susanto memastikan akan ada sanksi bagi siswa sekolahnya yang terlibat tawuran. Namun, ia belum bisa memastikan apakah pelaku akan dikeluarkan dari sekolah.

"Sudah pasti ada sanksi dari sekolah. Sanksinya sesuai peraturan sekolah. Tapi soal dikeluarkan, nanti kita lihat dulu," kata Saksono saat ditemui di SMA Negeri 70, Bulungan, Jakarta Selatan, Senin (24/9/2012) siang.

Kepada wartawan, Saksono mengaku belum mendapat laporan langsung kasus tersebut dari kepolisian. Oleh karena itu, ia belum bisa memastikan apakah yang terlibat tawuran benar-benar pelajar dari sekolahnya.

Ia mengatakan, saat kejadian ia sedang mengikuti rapat di Suku Dinas Pendidikan Jaksel. Dalam perjalanan, ia sempat bertemu rombongan siswa di dekat lokasi kejadian. Saat itu ia sempat mengingatkan mereka untuk membubarkan diri dan segera pulang ke rumah masing-masing. "Tapi, ya biasa, anak-anak sekolah pulang dari sekolah masih ngumpul-ngumpul dulu," ujar Saksono.

Sementara itu, terkait pencegahan tawuran yang kerap terjadi antara SMA Negeri 70 dan SMA Negeri 6 Jakarta, Saksono sudah sering mengadakan razia senjata tajam dan barang berbahaya. "Sudah sering dirazia, sering sekali," kata Saksono. Berbagai upaya dilakukan untuk menghindari terjadinya pertikaian kedua kubu, akan tetapi kejadian itu tetap saja terulang.

Peristiwa tawuran antarpelajar SMA Negeri 6 dan SMA Negeri 70 siang tadi mengakibatkan satu korban tewas. Korban atas nama Alawy Yusiyanto Putra (15), siswa Kelas X SMA Negeri 6.

Dalam kejadian di belakang Blok M Plaza itu, rombongan kecil siswa SMA Negeri 6 secara tiba-tiba diserang oleh puluhan siswa SMA Negeri 70 yang membawa senjata tajam. El Farouq Hassan (15), salah seorang siswa SMA Negeri 6 yang mengalami luka ringan, menuturkan, dia mengenal para penyerang bahkan mengetahui nama siswa yang membacok rekannya Alawy hingga tewas. "Namanya FT dari SMA 70," kata Farouq saat ditemui di RS Muhammadiyah, Jaksel.


Penulis: Imanuel More
Editor : Laksono Hari W