Sabtu, 6 Oktober 2012

News

Ketua RW: Novel Terkenal Interaktif dengan Warga

  • Penulis :
  • Robertus Belarminus
  • Sabtu, 6 Oktober 2012 | 16:25 WIB
Rumah milik keluarga Novel Baswedan, di sebuah kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sabtu (6/10/2012). Di tempat ini Novel pernah tinggal beberapa tahun lalu. | KOMPAS.com/Robertus Belarminus

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi dari intitusi Polri, Komisaris Novel Baswedan, dikenal cukup interaktif bersama warga di sekitar rumah keluarganya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Novel biasa mengobrol dengan warga dan kerap pula mengikuti kegiatan lingkungan.

Hal itu disampaikan oleh Soedirman, Ketua RW 12 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, di lingkungan kediaman Novel. Soedirman mengatakan, pada awalnya Novel tercatat sebagai warga RW 12 sekitar tiga tahun lalu. Waktu itu Novel baru pindah tugas dan tinggal di wilayah tersebut. Ia mendatangi Soedirman untuk mengurus pembuatan Kartu Tanda Penduduk.

Ia mengatakan, Novel pernah mengikuti kegiatan bersama warga lain dalam kegiatan lingkungan RW setempat. "Kalau istilahnya di sini itu ada komunitas ngobrol, komunitas siskamling. Beliau cukup interaktif dengan warga," ujar Soedirman yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah Organda Provinsi DKI Jakarta, Sabtu (6/10/212).

Namun, kurang lebih satu tahun terakhir Soedirman tidak lagi melihat Novel berada di lingkungannya. Yang ia tahu Novel sudah tidak lagi menempati rumah tersebut. Ia mengatakan, rumah itu kini ditinggali oleh adik dan ibu Novel. "Kebetulan sudah agak lama, kira-kira satu tahun lebih, tahu-tahu beliau sudah pindah, dan rumahnya sudah ditinggali oleh adiknya. Pindahnya ke mana saya tidak thau ya," ujarnya.

Soedirman menampik adanya isu bahwa beberapa orang mengepung rumah Novel tersebut pada Jumat (5/10/2012). "Petugas keamanan sini tidak ada laporan. Kalau ada semacam kejadian atau kasus, itu pasti ada laporan, tapi karena tidak ada apa-apa, tidak mungkin lapor. Memang ada laporan bahwa semalam hanya ada salah satu media elektronik yang datang ke lokasi," ujarnya.

Di tempat terpisah, ibu kandung Novel, yang tak mau menyebutkan namanya, menyatakan bahwa anaknya tersebut sudah tidak lagi tinggal di rumah itu. 

Pada Jumat malam kemarin, sejumlah aparat polisi dari Polda Bengkulu dan Polda Metro berusaha menangkap Novel di Gedung KPK. Upaya itu kemudian batal dilakukan setelah sejumlah polisi yang mendatangi KPK ditarik. Novel dituduh terlibat kasus penganiayaan berat saat bertugas di Bengkulu tahun 2004. Kini ia menjadi penyidik di KPK dan tengah memeriksa tersangka kasus dugaan korupsi simulator ujian surat izin mengemudi (SIM), Inspektur Jenderal Djoko Susilo.

Editor : Laksono Hari W
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Novel Baswedan dan Tuduhan Penganiayaan