Senin, 21 April 2014

News / Megapolitan

Dua Pelajar Korban Tawuran di Pancoran Dibawa ke RS

Kamis, 11 Oktober 2012 | 19:50 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Korban kembali berjatuhan pada peristiwa tawuran antarpelajar. Dalam tawuran antara dua SMK di depan Kompleks AURI Pancoran, Jakarta Selatan, siang tadi, dua siswa harus dilarikan ke Rumah Sakit Tria Dipa Pancoran akibat luka bacok yang dialaminya.

"Korban ada dua, akibat dicelurit," kata Kanit Reskrim Polsek Metro Pancoran Ajun Komisaris Suroto di RS Tria Dipa, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2012) sore.

Tawuran tersebut melibatkan pelajar SMK 29, atau lebih dikenal dengan sebagai STM Penerbangan, dengan pelajar SMK Bakti Cawang, Jakarta Timur. Adapun dua korban yang dirawat adalah pelajar SMK Bakti, masing-masing bernama Rizki Alfian alias Pepen (16), siswa kelas XI, dan Jalal Muhammad Akbar (15), siswa kelas X. Pepen mengalami luka bacok di bagian punggung, sementara Jalal mengalami luka di tangan.

Saat ini salah satu orangtua korban, Yoyoh (41), ibu Jalal, yang bermukim di Kompleks AURI, sudah mendatangi rumah sakit untuk melihat langsung kondisi putranya. "Dapat kabar dari temannya. Dia lagi sama temannya baru pulang sekolah dan diserang," ujar Yoyoh yang berprofesi sebagai pedagang di SD 01 AURI.

Sebelumnya, pelajar kedua sekolah bertemu di Jalan Pasar Minggu Raya, dekat Patung Pancoran, sekitar pukul 13.30 WIB. Pelajar STM Penerbangan yang bermukim di wilayah Tebet dan Kalibata turun dari bus Patas 45 jurusan Blok M-Cililitan untuk berganti kendaraan di sekitar Tugu Pancoran. Di tempat yang tak begitu jauh, terdapat siswa-siswa SMK Bakti. Pertemuan kedua kelompok pelajar itu memicu aksi saling lempar ucapan kasar dan olok-olokan, kemudian pecahlah tawuran dan kejar-kejaran di jalan.

Saling kejar tersebut kemudian mengarah ke Tebet. Saat itulah muncul petugas patroli Polsek Metro Tebet dan menahan tiga di antara pelajar yang terlibat tawuran. Ketiganya adalah siswa STM Penerbangan, masing-masing F (16), kelas I, warga Bukit Duri; MR (17), kelas I, warga Palbatu; dan AS (15), kelas I, warga Kalibata.


Penulis: Imanuel More
Editor : Laksono Hari W