Rabu, 23 April 2014

News / Megapolitan

Bank Kalsel: Kasus Penggelapan Itu Tidak Ada

Rabu, 17 Oktober 2012 | 20:42 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com- PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel menegaskan, tidak ada kasus penggelapan yang melibatkan direksinya. Juga tidak ada karyawannya yang bernama Yudi Setiawan atau Wisnu Agung. Apalagi di jajaran direksi.

"Atas berita di Kompas.com, kami sudah menelusuri ke cabang-cabang dan tidak menemukan karyawan bernama Yudi Setiawan. Di jajaran direksi apalagi," kata Corporate Secretary Bank Kalsel Tantri Verawaty yang menghubungi Kompas.com melalui telepon seluler, Rabu (17/10/2012) sore tadi.

Tantri menambahkan, nama Yudi Setiawan itu bahkan tidak tercatat sebagai nasabah atau debitur Bank Kalsel.

Pernyataan Tantri itu disampaikan untuk mengklarifikasi dua berita di Kompas.com yang dimuat pada hari Minggu (14/10/2012) yang berjudul: Wisnu Agung Tidak Terkait Kasus Bank Kalsel dan Wisnu Asisten Staf Khusus Presiden, Negatif Narkoba.

Penegasan yang sama disampaikan Pemimpin PT Bank Kalsel Divisi Perencanan dan Strategi M Fauzan Noor melalui surat elektronik yang dikirim ke Kompas.com.

Bank di Kalsel

Di Jakarta, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto menyatakan, pihaknya tetap menangani kasus kepemilikan sabu dan senjata api ilegal dengan tersangka Yudi Setiawan. Proses pemeriksaannya belum selesai, karena tersangka masih menjalani pemeriksaan di Polda Kalimantan Selatan.

"Untuk kasus narkoba dan senjata apinya tetap di Polda Metro, karena tempat kejadian perkaranya di Jakarta. Namun sekarang proses penyidikanya belum selesai, menunggu proses penyidikan di Polda Kalsel dahulu. Sebab, kasus utamanya adalah dugaan korupsi yang ditangani Polda Kalsel, " kata Rikwanto.

Ketika dikonfirmasi mengenai klarifikasi dari Bank Kalsel, Rikwanto membenarkan bahwa Yudi Setiawan adalah direktur bank lain di Kalsel. Bukan direksi Bank Kalsel.

"Dia direktur yang diduga korupsi di bank tempatnya bekerja yang di Kalsel," katanya.


Penulis: M Suprihadi
Editor : Marcus Suprihadi