Rabu, 23 Juli 2014

News / Megapolitan

Berjualan Kerupuk, Tuna Netra Ini Sekolahkan Anaknya

Minggu, 21 Oktober 2012 | 06:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi anda yang sering berlalu-lalang di kawasan Palmerah Jakarta Barat mungkin sudah tidak asing lagi dengan sosoknya Yono, seorang pedagang kerupuk yang biasa berkeliling di kawasan sekitar pasar Palmerah Jakarta Barat. Yono bukanlah penjual kerupuk keliling biasa, dia adalah seorang tuna netra. Di Jakarta, dia tinggal bersama seorang istri dan dua orang anaknya.

"Saya sudah setengah tahun tinggal bersama istri dan anak  di Jakarta," ujarnya kepada Kompas.com seraya melepas lelah seusai berkeliling menjajakan dagangannya.

Sehari-hari, Pria asal Pemalang, Jawa Tengah, ini berkeliling kawasan Palmerah untuk menjajakan kerupuknya kepada warga. Yono mulai berkeliling dari pukul tujuh pagi hingga lima sore. Yono mengaku terpaksa memilih berdagang kerupuk seusai berhenti menjadi tukang pijat karena kalah saing dengan panti pijat plus-plus yang marak di Jakarta.

"Saya pertama kali ikut bos ke Jakarta untuk memijat, cuma berhenti karena kalah saing dengan pijat plus-plus itu," ujarnya.

Banyak suka-duka yang sudah dialami Yono, mulai dari para pembeli yang terkadang membayar kurang hingga menabrak-nabrak saat berjalan karena belum mengenal medan. Meskipun begitu, Yono mengatakan masih banyak orang yang baik kepada dirinya. Yono tetap tabah menjalani hidupnya sebagai pedagang kerupuk keliling.

"Ada aja yang kadang bayarnya kurang tapi alhamdulillah, masih banyak orang yang baik suka kasih uang lebih ke saya," katanya.

Penghasilan Yono yang hanya sebesar Rp 50.000 sebagai pedagang kerupuk, tentu saja tidak cukup untuk menutupi kebutuhannya sehari-hari. Meski demikian, Yono tidak menyerah. Untuk menambah penghasilannya, dia tetap memijat jika ada panggilan dari langganannya semasa di panti pijat dulu. Dari situ dia mendapat tambahan Rp 30.000. Dia bersyukur karena masih bisa menyekolahkan anak pertamanya hingga jenjang SMK dan anak keduanya di Sekolah Dasar.

"Kalau untuk sehari-hari gak cukup, diirit-irit dan alhamdulillah saya bersyukur masih bisa menyekolahkan anak-anak saya," kata Yono.

Kendati disibukkan dengan urusan menafkahi keluarga, Yono tidak lupa dengan urusan ibadah. Dia masih sempat pergi ke Masjid Sunda Kelapa untuk mengaji Al-Quran braile bersama teman-teman tuna netra lainnya.

Sebagai pedagang kecil, cita-cita Yono sangat sederhana, dia ingin memiliki modal untuk mengembangkan dagangannya. "Saya ingin punya modal biar bisa dagang sendiri, jadi gak usah ambil ke agen," ujarnya.

Selain itu, sebagai warga Jakarta, tidak lupa Yono menyelipkan harapan sederhana pada sosok Jokowi agar lebih memperhatikan nasib pedagang kecil sepertinya

"Saya harap Gubernur yang baru ini lebih mengayomi pedagang kecil seperti saya," katanya.


Penulis: Luthfie Febrianto
Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo