Rabu, 30 Juli 2014

News / Megapolitan

Kanal Banjir Timur Dikepung Sampah

Rabu, 31 Oktober 2012 | 15:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kondisi aliran Kanal Banjir Timur (KBT) sebagai kanal penanggul banjir Ibu Kota semakin memprihatinkan. Hampir di setiap ruas kanal terdapat sampah. Bahkan, di sejumlah kali yang terhubung dengan KBT juga tak luput dari timbunan berbagai jenis sampah.

Salah satu kondisi memprihatinkan tersebut terjadi di Kali Bojong, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Kali yang terhubung dengan Kali Malang dan KBT tersebut juga dipenuhi sampah. Kondisi demikian pun kerap mengganggu warga yang berada di sekitarnya.

"Ya, sangat mengganggu. Baunya itu yang enggak tahan. Sekarang sih mendingan, sudah pada diangkatin sama orang dari wali kota. Kemarin mah, ada kali lima puluh meter lebih sampahnya," ujar Hari Sisworo (51), salah seorang warga, Rabu (31/10/2012).

Menurut pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek itu, keberadaan sampah di kali sepanjang lebih kurang satu kilometer itu akibat aktivitas warga yang kerap membuang sampah sembarangan. Terlebih, di sepanjang kali tersebut tidak ada tempat pembuangan sampah.

"Tiap pagi kan orang yang lewat gampang aja tinggal buang ke kali. Mereka mana mau tau, orang mereka itu bukan warga sini, enggak tau warga mana," tutur Hari.

Aji Santosa (33), warga lain, mengungkapkan, timbunan sampah itu bukannya tak diperhatikan oleh pemerintah. Menurut pantauan, setidaknya petugas kebersihan mengangkut timbunan sampah tersebut selama satu minggu sekali secara rutin. Meski demikian, tetap saja, entah dari mana sampah kembali datang.

"Terakhir sekitar satu minggu lalu diangkat. Tapi enggak tau masih aja ada sampahnya," tambah Aji.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Rabu (31/10/2012) siang, tak hanya Kali Bojong yang ditimbun sampah. Ruas Kali Cipinang, Kali Sunter, Kali Buaran, Kali Cakung, dan Kali Kramat juga dipenuhi sampah. Mulai dari sampah kayu, plastik, bola basket, hingga kasur tampak berada di mulut kali yang terhubung ke KBT. Kondisi tak jauh berbeda pun tampak di tepi KBT, khususnya di pangkal KBT dan sejumlah pintu air.


Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Ana Shofiana Syatiri