Senin, 22 Desember 2014

News / Megapolitan

Kartu Jakarta Pintar untuk Pendidikan secara Luas

Kamis, 1 November 2012 | 22:11 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Peluncuran Kartu Jakarta Pintar tinggal hitungan hari. Mekanisme penyaluran dan penggunaannya terus dimatangkan. Pemerintah Provinsi DKI yakin bahwa kartu ini akan menjadi terobosan untuk mendidik peserta didik secara lebih luas.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto menyatakan, Kartu Jakarta Pintar akan disalurkan dengan tepat sasaran. Hal itu dimungkinkan karena data siswa miskin yang diperoleh merujuk pada usulan sekolah sebagai pihak yang paling mengetahui kategori siswa dari sisi finansial.

"Kita bisa pastikan kartu ini disalurkan tepat sasaran karena yang diberikan adalah yang diusulkan oleh sekolah," kata Taufik saat ditemui seusai menghadiri rapat koordinasi bersama Wakil Gubernur DKI di Balaikota Jakarta, Kamis (1/11/2012) malam.

Ia menjelaskan, seleksi dan verifikasi data dalam pembuatan Kartu Jakarta Pintar juga sangat ketat. Sedikitnya ada 24 kolom data yang harus diisi oleh siswa para calon penerima kartu tersebut, mulai dari nama yang tak boleh disingkat, asal sekolah, dan hal lain yang dipertimbangkan mampu menjaring target secara tepat dan akurat.

Setelah memastikan tepat sasaran, tugas penting lainnya adalah menjamin kartu tersebut dapat digunakan secara tepat sesuai peruntukannya, yakni menutup biaya personal masing-masing peserta didik. Kebutuhan itu meliputi pembelian seragam, buku tulis/cetak, dan biaya transportasi.

Sadar akan hal itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan solusinya. Pemprov DKI Jakarta melibatkan sekolah dan orangtua untuk memberi pemahaman kepada siswa terkait cara memanfaatkan Kartu Jakarta Pintar. Sekolah dan orangtua juga diminta melakukan pengawasan.

"Tepat guna adalah tantangan terbesarnya. Di sinilah tugas sekolah dan orangtua untuk menjelaskan cara penggunaannya. Ini terkait dengan pengelolaan diri dan pengelolaan keuangan," kata Taufik.

Taufik menyatakan, penggunaan kartu ini juga akan membuat siswa dari keluarga miskin memiliki kesempatan untuk dekat dengan teknologi perbankan. Hal itu karena kartu tersebut dikeluarkan dalam format ATM Bank DKI dan setiap siswa akan memiliki personal identity number (PIN) yang berbeda-beda.

"Di sinilah letak pendidikan dalam arti luas, anak-anak dari keluarga miskin akan semakin ramah dengan teknologi banking. Tugas Bank DKI untuk mendekatkan mesin ATM dengan permukiman padat," kata Taufik.

Peluncuran Kartu Jakarta Pintar semula akan dilakukan pada 10 November 2012. Rencana itu diundur sepekan karena alasan kelengkapan data. Kartu ini diluncurkan untuk menekan jumlah angka putus sekolah di Ibu Kota. Untuk awalnya kartu ini hanya diserahkan kepada siswa di pendidikan menengah (SMA/SMK/MA) dengan nominal Rp 240.000 per siswa per bulan.

Dalam perkembangan berikutnya, Pemprov DKI Jakarta berencana memberikan kartu ini untuk peserta didik di jenjang dasar sampai menengah. Sepanjang tahun ini, Kartu Jakarta Pintar akan disebarkan kepada 10.000 siswa. Pemberian 3.000 kartu pertama diberikan pada 17 November di tujuh permukiman padat dan kumuh dan disusul pembagian 7.000 kartu lain sampai akhir tahun ini.


Penulis: Indra Akuntono
Editor : Laksono Hari W