Minggu, 21 September 2014

News / Megapolitan

Penataan Kali Ciliwung Dimulai 2013

Jumat, 23 November 2012 | 14:19 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bertemu dengan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dan Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz. Pertemuan tertutup itu membahas percepatan normalisasi Kali Ciliwung sepanjang 35 km pada awal tahun 2013 dan pembangunan rumah susun di dua lokasi pada tahun depan.

"Dalam pertemuan ini, semua sehubungan dengan rencana penataan permukiman kumuh di bantaran Sungai Ciliwung dengan memberikan tempat layak bagi warga di bantaran kali," kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono di kantor Kemenkokesra, Jakarta, Jumat (23/11/2012).   

Agung menuturkan, program penataan Kali Ciliwung tersebut sudah direncanakan sejak Januari 2011 lalu. Namun, karena adanya hambatan teknis, program tersebut sempat tertunda.

"Sebelumnya, mau ambil lahan di Berlan, tetapi kesulitan juga. Namun, prinsipnya program ini akan tetap berlanjut," ujar Agung.   

Sementara itu, Menpera Djan Faridz mengatakan, penataan kali sepanjang 35 kilometer akan dimulai dari Srengseng hingga Manggarai dan dilanjutkan dari Manggarai hingga Kampung Melayu.

"Untuk yang di Pasar Rumput, di bawahnya tetap ada pasar, kita hanya ambil udaranya. Di dinas teknis, tetap ada pasar di lantai satunya, tetapi skala kecil. Di atasnya, ada toko-toko barang antik dari Jalan Surabaya," kata Djan.

Dalam tahapan awal, dua lokasi yang akan dibangun rusun yang dimaksud nantinya akan mampu menampung sebanyak kurang lebih 6.000 kepala keluarga.

"Sementara target keseluruhan normalisasi Sungai Ciliwung sendiri nantinya diharapkan dapat menampung 13.000 kepala keluarga. Untuk rusun yang terdapat di atas Pasar Rumput, ditargetkan mampu menampung 5.000-an KK, sementara untuk di Dinas Teknis sendiri sekitar 1.000 KK," kata Djan Faridz.

Selanjutnya, kata dia, akan dilanjutkan dengan pembangunan rusun di atas Depo Manggarai.

"Akan tetapi, kita masih menunggu persetujuan dari Kementerian Perhubungan untuk pembangunan rusun di atas depo kereta api Manggarai. Lebih lanjut, nantinya juga akan dilakukan revitalisasi Pasar Rumput. Selama pembangunan nanti, para pedagang yang terdapat di Pasar Rumput akan direlokasi sementara ke Pasar Blora," kata Djan.

Proyek ini akan memakan anggaran senilai Rp 1,3 triliun dari pemerintah pusat. Sementara itu, pihak Pemerintah Provinsi DKI nantinya akan bertugas dalam hal teknis, seperti pembebasan lahan dan sosialisasi kepada warga yang akan dipindahkan ke rusun tersebut.

 


Penulis: Kurnia Sari Aziza
Editor : Ana Shofiana Syatiri