Jumat, 25 April 2014

News / Megapolitan

Setelah Jokowi dan Dede, Kini Giliran Nur Mahmudi

Selasa, 11 Desember 2012 | 12:12 WIB

Baca juga

DEPOK, KOMPAS.com — Ekspos media tentang jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Bambon, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, dengan Pasir Gunung, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, mendatangkan cerita tersendiri. Jika Sabtu (8/12/2012) lalu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau langsung ke lokasi jembatan, sehari kemudian, Minggu (9/12/2012), giliran Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf datang berkunjung. Keduanya sama-sama memberi perhatian terhadap jembatan yang menghubungkan dua wilayah beda provinsi tersebut.

Dan hari ini, Selasa (11/12/2012), giliran Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail yang menyampaikan pendapatnya. Nur Mahmudi sudah mendapat laporan adanya jembatan reyot yang sering digunakan warga Depok untuk menyeberang ke Srengseng Sawah. Mayoritas pengguna jembatan adalah anak-anak SD yang tinggal di Kelapa Dua dan bersekolah di SD 15 Pagi Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, yang terletak sekitar 200 meter dari jembatan.

Menurut Nur Mahmudi, jika benar jembatan lebih banyak digunakan oleh warga Depok, maka sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Depok untuk mendanai perbaikan jembatan yang sudah berusia 30 tahun itu.

"Kami dalam tahap musyawarah bersama warga. Karena saya dengar jembatan itu dikelola secara swadaya. Jika warga setuju, penanganannya akan diambil alih oleh Pemkot Depok untuk dimasukkan dalam anggaran tahun 2013," katanya.

Menurut Nur Mahmudi, dia sudah menginstruksikan kepada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok untuk membuat master plan pembangunan yang meliputi besar dan lebar jembatan, kekuatan, dan mempertimbangkan apakah jembatan akan dibangun di lokasi yang sama atau lokasi baru.

Pemkot Depok, kata dia, juga akan berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta terkait pembangunan jembatan. Izin diperlukan karena pembangunan jembatan akan memasuki wilayah Jakarta Selatan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, jembatan tua itu menjadi perhatian warga setelah musibah meledaknya pabrik tahu yang menewaskan satu orang di Srengseng Sawah pada tanggal 27 November 2012 silam. Jembatan ini terletak persis di sebelah pabrik dan digunakan warga Depok dan Srengseng Sawah untuk menyeberangi Kali Ciliwung.

Jembatan yang dibangun tahun 1982 itu terbuat dari anyaman bambu dan seng. Sementara tali-tali jembatan yang diikat ke pohon-pohon terlihat sudah menjuntai longgar. Pantauan Kompas.com, bambu-bambu jembatan sudah rapuh dan rawan jebol. Mayoritas pengguna jembatan adalah anak-anak sekolah.

Dengan memanfaatkan jembatan, akses dari Depok ke Srengseng Sawah dan sebaliknya menjadi lebih cepat dan murah. Dengan memanfaatkan jembatan, anak-anak sekolah tidak perlu mengeluarkan ongkos untuk ojek dan angkot, meski dengan risiko kecelakaan di jembatan tua yang bisa putus kapan saja. Saat datang ke lokasi, baik Jokowi maupun Dede Yusuf memberikan bantuan langsung.

"Hari Sabtu dapat sumbangan dari Pak Jokowi Rp 20 juta. Kemarin, datang sumbangan juga dari Pak Dede Yusuf Rp 10 juta," kata Chalid Mawardi, Lurah Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (10/12/2012).

Dengan adanya tambahan perhatian dari Pemerintah Kota Depok, diharapkan pembangunan jembatan segera terealisasi. Jangan sampai perhatian tiga pejabat tinggi ini hanya bertujuan untuk menarik simpati warga.

Berita terkait, baca :

100 HARI JOKOWI-BASUKI


Penulis: Noory Okthariza
Editor : Hertanto Soebijoto