Jumat, 28 November 2014

News / Megapolitan

Bakso Mengandung Daging Babi Malah Lebih Mahal

Jumat, 14 Desember 2012 | 16:35 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Bakso yang dinyatakan mengandung daging babi ternyata harganya lebih mahal dibanding bakso yang murni menggunakan daging sapi. Hal ini terbukti dengan harga merek Planetaria 56 lebih mahal dibanding merek-merek bakso lainnya.

"Bakso Planetaria 56 ini kan ukurannya mahal, satu kantong isi 50, dijualnya Rp 58.000. Kalau bakso lain, enggak sampai segitu harganya," kata Acung (40), penjual bakso eceran di Pasar Tomang Barat, Jumat (14/12/2012).

Acung mengatakan, selain menjual bakso Planetaria 56, dia juga menjual bakso dengan merek Monalisa dan Kebon Jeruk. Untuk bakso Monalisa ia jual dengan harga Rp 85.000 per 100 butir bakso. Jika diecer, dia menjual dengan harga Rp 900 per butir.

Untuk merek Kebon Jeruk, kata Acung, ia menjual seharga Rp 35.000 per kantong dengan isi 50 butir. Jika diecer, ia menjual dengan harga Rp 800 per butir. Harga kedua merek tersebut di bawah harga bakso yang mengandung daging babi.

"Bakso merek Planetaria 56 memang lebih mahal. Makanya kami ambilnya cuma empat bungkus per hari. Yang beli juga konsumen kelas menengah karena jarang yang beli, mahal," kata Acung.

Sampai saat ini, kata Acung, bakso yang lebih laku masih bakso yang bermerek Monalisa dan Kebon Jeruk. Selain lebih murah, merek tersebut juga sudah lebih lama beredar di pasaran. "Kalau Planetaria 56 kan baru kami jual dua sampai tiga bulan lalu. Salesnya datang dan stok barang saja ke kami, jadi kami jual," kata Acung.

Diberitakan sebelumnya, dari hasil pemeriksaan laboratorium Sudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat, bakso dengan merek Planetaria 56 positif mengandung daging babi. Bakso dari PD Usaha Food, Tangerang, Banten, ini juga akan ditelusuri tempat pembuatan dan pengemasannya untuk mencegah penyebaran bakso berbahan dasar daging babi.

Berita terkait, baca :

HEBOH BAKSO DAGING BABI


Penulis: Alfiyyatur Rohmah
Editor : Hertanto Soebijoto