Kisah Relawan Pemungut Paku - Kompas.com

Kisah Relawan Pemungut Paku

Zico Nurrashid Priharseno
Kompas.com - 18/12/2012, 16:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Demi alasan tertentu, ada sejumlah orang yang tega menebarkan paku di jalan. Entah untuk melakukan perbuatan kriminal, atau bertujuan menambah omzet bagi para penambal ban yang mengincar konsumen dari pengendara mobil atau motor secara kotor.

Berseberangan dengan perbuatan mereka para penebar paku di jalan, ada segelintir orang yang tergabung dalam Semut Orange Community. Mereka dengan sukarela mengumpulkan paku-paku yang ditebarkan di jalan tersebut.

Menurut Ketua Semut Orange Community Johan P Taulani, para relawan setiap harinya mencari dan membersihkan paku yang ada di sepanjang jalan flyover Roxy Mas sampai Hasyim Ashari. Dalam sehari, Johan mengaku dapat menemukan setengah kilo paku yang bertebaran di jalanan.

"Sehari setengah kilo minimal. Dulu pernah dapat 6 kilo sehari. Paling banyak Jakpus, jalur busway depan Sumber Waras," kata Johan kepada Kompas.com, Senin (17/12/2012).

Menurutnya, jika kecepatan kendaraan di atas 30 Km/jam, sementara ban kondisi gundul plus kurang angin, dijamin akan menjadi korban.

Johan juga menjelaskan bahwa para penebar paku itu bekerja secara berkelompok. Bahkan dia mencatat nama-nama kelompok tersebut.

"Di Jakarta Pusat ada 3 kelompok. Bejo pemain juga itu," tutur Johan.

Bejo adalah penebar paku yang tertangkap di depan Istana, Jalan Medan Merdeka Utara, pada Senin (17/12/2012) kemarin. Menurutnya, Bejo berkelompok dengan Usman, Muksin dan Kasmin.

Johan mengaku dia biasanya mulai mencari paku di jalan sejak pukul 04.00 WIB tiap harinya. Sepanjang 3,2 Kilometer dari flyover Roxy Mas hingga Jalan Hasyim Ashari, paling rawan adalah di depan Roxy dan Cideng.

"Sepanjang 3,2 km jalan ini, saya itung ada 32 tambal ban. Paling yang jujur cuma 2," tuturnya.

Johan yang sehari-hari berprofesi sebagai juru masak ini juga mempunyai tempat tambal ban di kawasan perempatan Cideng, yang dibukanya untuk menolong orang terkena paku.

"Saya punya tambel ban di depan BJB Cideng. Buka setiap hari jam 08.00 WIB dan gratis," ujar Johan.

 

PenulisZico Nurrashid Priharseno
EditorAna Shofiana Syatiri
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM