LIPI: Negara dan Kelompok Sipil Lakukan Kekerasan di Papua - Kompas.com

LIPI: Negara dan Kelompok Sipil Lakukan Kekerasan di Papua

Aditya Revianur
Kompas.com - 18/12/2012, 21:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Tim Kajian Papua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Adriana Elisabeth mengatakan kekerasan yang terjadi di Papua dilakukan oleh negara dan kelompok sipil.

Keduanya dinilai berperan meningkatkan eskalasi kekerasan di Papua dari 2011 hingga 2012.

"Di 2011 lalu, LIPI mencatat kekerasan di papua banyak tapi korbannya tidak begitu banyak. Sedangkan, pada 2012 jumlah kekerasan sedikit tapi korbannya banyak. Itu membuktikan kekerasan masih langgeng di Papua," kata Elisabeth dalam peluncuran buku "Otonomi Khusus Papua Telah Gagal dan Saya Bukan Bangsa Budak" di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (18/12/2012).

Elisabeth menjelaskan, kekerasan itu terjadi karena ketiadaan proses dialog. Menurutnya, baik negara maupun kelompok sipil lebih memilih jalur represif.

Represifitas digunakan untuk menyelesaikan setiap konflik yang terjadi. Hal tersebut, lanjutnya, tidak menyelesaikan permasalahan, bahkan mematik api konflik baru.

"Padahal, pendekatan dialogis sangat perlu untuk menggantikan represif atas kasus Papua. Inisiatif dialog itu seharusnya direspon Presiden. Tapi, sampai kini tidak direspon," katanya.

Ia menambahkan, kekerasan yang dilakukan rakyat sipil karena antara masyarakat asli dan non Papua ada keterasingan. Menurutnya, di antara kedua pihak itu ada jarak.

Negara, tidak mengakomodasi untuk mempersempit jarak tersebut. Akibatnya, kelompok non Papua maupun Papua menjadi sasaran kekerasan.

"Itu harus diselesaikan dengan kepala dingin. Semua pihak yang berkepentingan harus duduk bersama," katanya.

PenulisAditya Revianur
EditorBenny N Joewono
Komentar

Close Ads X