Jokowi Beri Jatah Jaksel Lima Kampung Deret - Kompas.com

Jokowi Beri Jatah Jaksel Lima Kampung Deret

Robertus Belarminus
Kompas.com - 20/12/2012, 16:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Jakarta Selatan Anas Effendi menyatakan di wilayahnya pada tahun 2013 nanti akan dibangun sebanyak lima Kampung Deret. Hal ini dimaksudkan warga yang tinggal dan berada di kampung-kampung kumuh bisa merasakan tempat hunian yang lebih baik.

"Kita punya jatah lima wilayah yang akan di bangun Kampung Deret tahun depan," kata Anas di Kantor Walikota Jakarta Selatan, Kamis (20/12/2012).

Menurutnya, lima wilayah yang akan dibangun Kampung Deret tersebut yakni di wilayah Kelurahan Kuningan Barat pada RW 01 dan RW 04, Kecamatan Mampang Prapatan, Kelurahan Petogogan RW 05, Kecamatan Kebayoran Baru, Kelurahan Rawa Barat RW 02, Kecamatan Kebayoran Baru, dan Kelurahan Pasar Minggu RW 10, Kecamatan Pasar Minggu.

Anas menuturkan, dana anggaran yang disediakan untuk tiap wilayah yang akan dibangun Kampung Deret tersebut jumlahnya mencapai puluhan miliar. Upaya ini sendiri dilakukan agar mengubah 'wajah' lokasi yang sebelumnya kumuh menjadi tidak kumuh.

"Satu lokasi Kampung Deret dari lima yang akan dibangun itu anggarannya 40 miliar untuk tiap lokasinya, supaya dari lokasi yang semula kumuh menjadi tidak kumuh," ujar Anas.

Sementara itu, pihaknya mengklaim sudah melakukan penataan kampung kumuh sejak tahun 2009. Di tahun itu, ada 3 RW di wilayah Jakarta Selatan yang di tata. Pada tahun 2010 penataan RW kumuh sendiri mengalami peningkatan sebanyak 8 RW. Sementara pada tahun 2011 sebanyak 25 RW sudah mengalami penataan.

Untuk tahun 2012, ada 36 RW kumuh yang kemudian di tata. Adapun total sampai tahun 2012 ini sudah sebanyak 72 RW kumuh di tata agar berubah menjadi lokasi yang tidak kumuh.

Penataan kampung-kampung kumuh itu sendiri, menurut Anas, yakni dengan memperindah bentuk bangunan rumah warga yang ada di RW-RW kumuh tersebut. Selain itu dalam rencananya, rumah warga yang semula tidak memilik lantai tingkat, akan dijadikan berlantai tingkat. Hal ini dimaksudkan agar lantai bawah rumah bisa digunakan oleh warga supaya bisa memiliki tempat usaha dan memperoleh penghasilan.

"Yang semula rumahnya satu lantai nanti jadi dua lantai, yang di bawah bisa untuk usaha. Pokoknya kawasan itu nantinya di tata," ujar Anas.

Wali kota mengatakan, sebanyak tujuh instansi terkait yang berada di wilayah jajaran kota administrasi Jakarta Selatan dilibatkan dalam program penataan RW kumuh tersebut. Di antaranya yakni dari Sudin Perumahan dan Gedung Pemda, Sudin Kebersihan, Sudin Pertamanan, Sudin Tata Air, Sudin PU Jalan, Sudin Kesehatan, dan Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan.

 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisRobertus Belarminus
    EditorAna Shofiana Syatiri
    Komentar