Kamis, 23 Oktober 2014

News / Megapolitan

Eksploitasi Seksual Anak Harus Segera Dihentikan

Minggu, 23 Desember 2012 | 15:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Seks bebas di Indonesia kian menjamur. Ironisnya, tren pelakunya semakin muda. Semakin banyak remaja yang menjadi korban eksploitasi seks komersial. Menurut Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA), sepanjang tahun 2012 setidaknya ada 673 kasus eksploitasi seksual komersial yang menimpa remaja.

"Jumlah ini meningkat dibandingkan pengaduan 2011, yakni 480 kasus. Korban yang dijadikan eksploitasi seksual umumnya berusia 13-17 tahun," kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait kepada Kompas.com, Sabtu (22/12/12).

Arist mengatakan, dirinya menyayangkan ada sebagian remaja yang terlena akan gaya hidup yang glamor. Mereka juga merasa perlu mengikuti perkembangan gadget terkini. Hal itu juga diperparah dengan adanya pihak yang sengaja memanfaatkan kelemahan ini untuk mereguk keuntungan. Para remaja pun diiming-imingi gadget terbaru asalkan rela bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK).

Arist mengatakan, terkait fenomena ini, masyarakat tak dapat menyalahkan para remaja. Bagaimanapun, mereka adalah anak yang masih menjadi tanggung jawab orangtua, dan patut dilindungi, serta diberikan arahan.

"Tidak hanya dari kalangan tidak mampu. Di kalangan menengah atas, saat ini banyak remaja yang menjadi pekerja seks komersial. Itu terjadi karena mereka umumnya merasa tidak nyaman di rumah atau gaya lingkungan hidupnya mewah," kata Arist.

Arist mengimbau para remaja tersebut untuk menghentikan pekerjaan itu. Mereka dipandang rentan terjangkit HIV/AIDS.


Penulis: Firly Anugrah Putri
Editor : Hindra