Jumat, 24 Oktober 2014

News / Megapolitan

Korban Banjir Jakarta 2.425 Rumah

Senin, 24 Desember 2012 | 14:33 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Penanggulangan Bencana Nasional menyatakan, sekitar 2.425 rumah di 17 kelurahan di DKI Jakarta terendam akibat banjir yang terjadi sejak Senin dini hari. Wilayah-wilayah tersebut umumnya berada kawasan yang dilintasi Kali Ciliwung dan Kali Pesanggrahan.

"Laporan sementara hingga pukul 11.00 WIB tercatat 2.425 rumah dengan 7.307 jiwa terendam banjir. Diperkirakan jumlahnya bertambah," terang Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, di Jakarta, Senin (24/12/2012).

Banjir dan genangan akibat luapan sungai itu terjadi di 17 kelurahan di 10 kecamatan. Ketujuh belas kelurahan yang mengalami banjir adalah Rawajati, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, Cililitan, Cibubur, Pekayon, Gedong, Ulujami, Pondok Pinang, Bukit Duri, Baru, Pondok Labu, Sukabumi Selatan, Kedoya Selatan, Duri Kepa, dan Jelambar Baru.

"Sebanyak 820 orang mengungsi," tambah Sutopo.

Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, adalah daerah yang terparah terkena banjir. Terdapat sekitar 1.508 KK (3.426 jiwa) yang tersebar di 8 RW terendam banjir yang berketinggian 30-250 cm.

Di Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramatjati, terdapat 410 KK (1.450 jiwa) terendam banjir hingga ketinggian 30-120 cm. Di Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, terdapat 464 KK (2.320 jiwa) yang terendam banjir hingga 100-200 cm.

"Ada 250 KK dengan 1.500 jiwa yang menjadi korban banjir dan sudah kita perintahkan untuk evakuasi bagi yang daerah di atas 1 meter," kata Bambang Suhada, Lurah Kebon Baru, menjelaskan situasi di wilayahnya.

Banjir di kawasan Kali Ciliwung saat ini berangsur surut. Meski demikian, belum semua warga bisa kembali ke kediamannya lantaran tumpukan lumpur bercampur sampah yang memenuhi rumah mereka.

BNPB dan BPBD DKI Jakarta telah mendirikan posko penanganan darurat dan dapur umum. Bantuan logistik dan peralatan dari BNPB untuk Posko Kampung Melayu antara lain lauk-pauk (30 dus), peralatan dapur (25 boks), tenda gulung (50 buah), kids ware (45 buah), sandang (72 buah), selimut (48 lembar), beras (19 karung), gula (24 karung), garam (15 kg), air mineral (121 dus), minyak goreng (18 dus), mie instan (84 dus), makanan siap saji (67 dus), dan lainnya. Selain itu, Kementerian PU, Tagana, PMI, TNI, Polri, dan beberapa organisasi masyarakat juga memberikan bantuan dalam penanganan banjir.

 


Penulis: Imanuel More
Editor : Ana Shofiana Syatiri