Sidang Vonis John Kei Molor - Kompas.com

Sidang Vonis John Kei Molor

Indra Akuntono
Kompas.com - 27/12/2012, 11:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sidang pembacaan vonis John Kei, terdakwa pembunuhan bos PT Sanex Steel, Tan Harry Tantono alias Ayung, molor dari waktu yang dijadwalkan. Sesuai jadwal, sidang harusnya dimulai pukul 10.00 WIB, Kamis (27/12/2012), tetapi sampai pukul 10.50 WIB majelis hakim belum memasuki ruang sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sampai pukul 11.15 WIB, ruang sidang tak begitu sesak dibandingkan sidang sebelumnya. Pasalnya, ruang sidang hanya dipenuhi orang sesuai kursi yang disediakan.

Dari informasi yang dihimpun, Jhon Kei telah tiba di PN Jakpus meski belum memasuki ruang sidang. Sementara tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan tim kuasa hukum Jhon Kei cs telah menduduki posisinya masing-masing di dalam ruang sidang. Situasi di dalam ruang sidang cukup kondusif karena mendapat pengawalan ketat dari petugas kepolisian.

Untuk mengamankan jalannya persidangan, pengamanan di PN Jakpus dijaga superketat. Sedikitnya, ada 900 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Pusat, dan Polsek Gambir. Pengamanan ini dilkukan sebagai upaya pencegahan dari hal-hal yang tak diinginkan. Pasalnya, sidang sebelumnya sempat diwarnai kericuhan antara pendukung Jhon Kei dan petugas.

Dua mobil water cannon dan dua mobil barracuda tampak disiagakan di depan PN Jakpus. Sementara puluhan unit reaksi cepat juga tampak berjaga di sekitar lokasi sidang.

Dari pintu masuk ke PN Jakpus, belasan petugas kepolisian melakukan pemeriksaan kepada semua pengunjung. Di dalam area, ratusan petugas juga menempati titik-titik yang ditentukan.

Pada sidang sebelumnya, tim JPU dalam perkara ini menuntut terdakwa Jhon Kei terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana pada bos PT Sanex Steel Indonesia Tan Harry Tantono alias Ayung. Terdakwa melanggar pasal pertama primer 340 KUHP subsider 338 KUHP jo Pasal 55 KUHP Ayat 1. Atas itu, Jhon Kei terancam pidana 14 tahun penjara dikurangi masa tahanan.

Ayung ditemukan tewas di kamar 2701 Swiss-Belhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada 26 Januari 2012 lalu. Korban tewas dengan 23 luka tusuk di sekujur tubuhnya. Selain Jhon Kei, polisi juga menangkap Ancola Kei, Tuce Kei, Dani Res, Kupra, Chandra Kei, John Refra Kei, Yoseph Hungan, dan Mukhlis.

 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisIndra Akuntono
    EditorAna Shofiana Syatiri
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan 'Feeder' Lewati Jalan Ini

    Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan "Feeder" Lewati Jalan Ini

    Megapolitan
    Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

    Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

    Regional
    Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

    Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

    Megapolitan
    Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

    Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

    Nasional
    Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

    Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

    Nasional
    Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

    Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

    Regional
    Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

    Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

    Megapolitan
    Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

    Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

    Regional
    Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

    Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

    Regional
    Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

    Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

    Internasional
    Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

    Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

    Nasional
    Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

    Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

    Megapolitan
    Hadapi Kekeringan, Ganjar Minta Masyarakat Menabung Air

    Hadapi Kekeringan, Ganjar Minta Masyarakat Menabung Air

    Regional
    Pemuda Memerkosa Murid SMP dengan Iming-iming Sepatu Baru

    Pemuda Memerkosa Murid SMP dengan Iming-iming Sepatu Baru

    Megapolitan
    Pemerintah Dukung Segala Upaya Penguatan KPK

    Pemerintah Dukung Segala Upaya Penguatan KPK

    Nasional