Sabtu, 19 April 2014

News / Megapolitan

Tewaskan 2 Orang, Rasyid Rajasa Trauma

Selasa, 1 Januari 2013 | 21:06 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Subdirektorat Dirgakum Ditlantas Polda Metro Jaya Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Sudarmanto memberikan keterangannya perihal kecelakaan antara BMW B 272 HR dan Daihatsu Luxio F 1622 CY yang terjadi di tol Jagorawi, Senin (1/1/2013) pukul 05.45 dini hari tadi.

Sudarmanto membenarkan bahwa kecelakaan maut tersebut akibat mobil Luxio yang dikendarai Frans Joner Sirait (37) ditabrak dari belakang oleh BMW yang dikendarai M Rasyid Amrullah (22), putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

"Karena benturan yang kencang, pintu Luxio terbuka dan penumpang di dalamnya jatuh," jelas Sudarmanto di kantor Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (1/1/2013).

Sudarmanto menjelaskan, saat itu mobil Luxio berkendara dengan kecepatan 80 km/jam. Namun ia tak bersedia membeberkan kecepatan mobil BMW yang dikemudikan Rasyid. "Itu bisa Anda perkirakan sendiri," katanya singkat.

Lebih jauh Sudarmanto menjelaskan, polisi tengah mengumpulkan keterangan dari Frans selaku sopir Luxio. "Sementara itu para korban sudah dirawat di rumah sakit, sementara korban meninggal dunia diserahkan keluarga," katanya.

Menurut Sudarmanto, Rasyid pun sudah menjalani pemeriksaan awal. "Namun sekarang ia masih dirawat di rumah sakit, karena masih dalam kondisi trauma dan ada benturan di kepala," jelas Sudarmanto.

Akan tetapi ia tak bersedia memberitahu letak rumah sakit tempat Rasyid dirawat. Akibat kecelakaan ini, dua penumpang Luxio tewas dan tiga lainnya luka-luka. Salah satu yang tewas adalah Raihan, bocah laki-laki yang baru berusia 14 bulan. Satu lagi korban tewas adalah Harun (57). Adapun korban luka ringan adalah Nung (30 tahun) yang mengalami luka lecet pada wajah dan kaki, serta Moh Rifan, laki-laki luka pada kaki dan tangan lecet yang dirawat di RS Polri. Sementara itu, Supriyati (30 tahun) yang luka di kaki kiri lecet serta lengan tangan kiri retak, kini dirawat di RS UKI.


Penulis: Lariza Oky Adisty
Editor : Hindra