Kamis, 24 April 2014

News / Megapolitan

Polisi Sudah Tangani Kasus RI

Jumat, 4 Januari 2013 | 14:47 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi sudah melakukan penyelidikan kasus yang menimpa RI (11), yang diberitakan sebagai korban kekerasan seksual. Dari hasil penyelidikan awal, belum bisa dipastikan RI sebagai korban kejahatan tersebut.

"Anggota kami dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur sudah menemui orangtua RI dan menengok RI di rumah sakit tempat RI dirawat pada Kamis sore kemarin," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Jumat (4/1/2013) siang.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, RI adalah pelajar sekolah dasar yang tengah dirawat di ICU RS Persahabatan. Ia diduga menjadi korban kekerasan seksual setelah sakit dan pingsan pada 29 Desember 2012.

Menurut Rikwanto, anggota Unit PPA sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga RI, tetapi orangtua RI pun belum bisa memastikan apakah anaknya memang korban kekerasan seksual. Sebab, sebelumnya sang anak tidak pernah mengadu tentang hal itu.

Dari keterangan orangtua RI, Ny Asri dan Sunoto, lanjut Rikwanto, RI pada tiga bulan lalu mengeluh sakit pada bagian ketiaknya, kemudian ia dibawa ke puskesmas. Diagnosa dokternya, RI sakit kelenjar getah bening. Kemudian sekitar sebulan lalu, mengeluh sakit lagi. RI dibawa ke dokter praktik di daerah Harapan Baru, diagnosanya RI sakit lambung. Karena tidak sembuh juga, RI lalu dibawa ke dokter spesialis di Regency, diagnosanya RI sakit tipus. Akhirnya pada 29 Desember RI pingsan lalu dibawa ke RS Persahabatan.

Waktu anggota Unit PPA ke rumah sakit itu, sang anak masih dirawat jadi belum bisa ditemui atau ditanya. Namun, anggota sudah berkoordinasi dengan orangtuanya dan meminta agar segera melapor jika anaknya sudah bisa ditanya atau sembuh. Jadi, terhadap kasusnya, polisi hanya buat laporan model A, yaitu laporan temuan kasus oleh kepolisian atau hasil penyelidikan kepolisian.

"Karena belum terima laporan resmi dari korban, jadi belum ada penyidikan, baru penyelidika; sehingga belum bisa dipastikan apakah anak itu korban perkosaan atau kekerasan lainnya, atau apa penyebab utama si anak sampai sakit," katanya.


Penulis: Ratih Prahesti Sudarsono
Editor : Rusdi Amral