Jumat, 31 Oktober 2014

News / Megapolitan

Tindakan Farhat Mempermalukan Institusi Pengacara

Kamis, 10 Januari 2013 | 16:01 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota dari Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI), Ramdan Alamsyah, mengatakan bahwa Farhat Abbas telah membuat malu para pengacara terkait "kicauannya" di Twitter yang menyerang Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahya Purnama, yang berbau SARA.

"Secara pribadi maupun secara institusi (HAMI), saya merasa malu sebagai pengacara kenapa ada seorang pengacara bisa berbuat seperti ini," kata Ramdan, Kamis (10/1/2013).

Ramdan juga mengatakan bahwa meskipun Farhat Abbas telah menyampaikan permintaan maafnya kepada Ahok (sapaan Basuki Tjahya Purnama), juga lewat Twitter, hal itu tidak dapat membatalkan adanya upaya hukum yang akan dikenakan terhadap Farhat Abbas.

"Hukum tetap berlaku walaupun dia meminta maaf, bukan berarti meminta maaf kemudian selesai. Kalimat maaf untuk personal. Tindakan ini harus dibuktikan dengan adanya upaya hukum agar tidak berkembang menjadi bahaya laten," ujar Ramdan.

Farhat Abbas sendiri dilaporkan ke pihak kepolisian atas tuduhan telah melanggar UU No 40 tahun 2008 Pasal 4 dan Pasal 16 terkait tindakan diskriminatif terhadap ras atau etnis serta UU ITE No 27 Ayat 2 tentang penyebaran kebencian berdasarkan SARA.

Dalam kesempatan tersebut, Ramdan juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan Farhat bisa menyebabkan terjadi perpecahan di tengah masyarakat, terutama di DKI Jakarta yang multi-etnis, terlebih lagi, yang diserang Farhat adalah seorang Kepala Daerah, yang menjadi pemimpin bagi masyarakat.

"Ahok adalah pemimpin saya sebagai wakil gubernur. Sebagai warga DKI, saya merasa ini bisa mengancam persatuan dan kesatuan khususnya di Jakarta. Untuk itu kasus ini saya laporkan," kata Ramdan.

Sebelumnya, Rabu (9/1/2013), Farhat Abbas "berkicau" di akun Twitternya, @farhatabbaslaw. Farhat menyampaikan keberatan terhadap pernyataan Wakil Gubernur terkait pelat nomor polisi khusus bagi pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yakni Gubernur dan Wakil Gubernur. Farhat memprotes mengapa Ahok (sapaan Basuki Tjahya Purnama) meributkan hal itu di depan publik. Namun dalam Tweetnya itu, Farhat juga menyinggung Ahok secara rasial.

Berikut ini kutipan kicauannya: @farhatabbaslaw: Ahok sana sini protes plat pribadi B 2 DKI dijual polisi ke org Umum katanya! Dasar Ahok plat Aja diributin! Apapun plat nya tetap C*** !

Berita terkait, baca :

100 HARI JOKOWI-BASUKI


Penulis: Alsadad Rudi
Editor : Hertanto Soebijoto