Kamis, 18 September 2014

News / Megapolitan

Jokowi: Area Banjir Jakarta Terlalu Banyak

Rabu, 16 Januari 2013 | 11:44 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com  Setelah meninjau beberapa lokasi banjir, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengakui bahwa titik dan area banjir di Jakarta terlalu banyak.

Selasa (15/1/2013) malam, Jokowi sempat meninjau dan memberikan bantuan kepada korban banjir di Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. "Ya ini kita cek tadi malam memang area banjirnya terlalu banyak, dari Rawa Buaya, Kampung Pulo, Kampung Melayu, Bukit Duri, Tebet, Cengkareng, Bidara Cina, Rawa Jati, Pejaten, Pasar Minggu, banyak sekali," kata Jokowi, di Balaikota DKI Jakarta, Rabu pagi.

Menurut Jokowi, dengan banyaknya titik banjir tersebut, langkah antisipasi jangka pendek yang harus selalu ia lakukan adalah dengan langsung mengontrol lapangan sehingga proses evakuasi warga dapat berjalan lancar dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Ini memang langsung pekerjaan lapangan, artinya saya cek tadi malam perahu karet ada di lapangan. Untuk posko kesehatan, siap, dapur umumnya juga siap, kemudian tempat mengungsi di beberapa tempat juga cukup, tapi ada juga satu dua yang masih kurang sehingga diperlebar lagi. Ya itu, tindakan-tindakan lapangan seperti itu yang kita siapkan untuk mengatasi banjirnya," kata Jokowi.

Pemprov DKI, kata Jokowi, telah memasang pompa air untuk mengatasi genangan-genangan yang ada di jalan-jalan utama. Contohnya di Jalan Daan Mogot, Pemprov DKI telah mengerahkan pompa air. "Tapi, itu juga bukan untuk menyelesaikan masalah jangka panjang," ujarnya.

Untuk jangka panjang, Jokowi mempunyai program seperti normalisasi kali-kali besar di Jakarta, seperti Kali Pesanggrahan, Kali Angke, dan Kali Sunter; pengerukan sungai, dan membuat sumur resapan.

Namun, program-program tersebut belum dapat dilaksanakan seiring dengan belum disahkannya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2013.

Ada 78 titik lokasi banjir di DKI Jakarta. Dengan adanya Kanal Banjir Timur, 78 lokasi rawan itu bisa berkurang sebanyak 16 lokasi. Sisanya, sebanyak 62 lokasi secara bertahap akan ditangani. Tiap tahun, Jokowi menargetkan untuk mengurangi 8-12 titik rawan banjir.


Penulis: Kurnia Sari Aziza
Editor : Egidius Patnistik