Komplotan Pengedar Narkoba Diringkus, Satu Tewas - Kompas.com

Komplotan Pengedar Narkoba Diringkus, Satu Tewas

Lariza Oky Adisty
Kompas.com - 08/02/2013, 23:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Reserse Narkotika Polda Metro Jaya menangkap seorang pria berkewarganegaraan India dan tiga orang pria asal Indonesia pengedar narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi. Dalam penangkapan pada Rabu (6/2/2013) itu, salah satu tersangka asal Indonesia berinisial MHN alias JPR tewas tertembak petugas karena mencoba kabur.

Penyidik Polda Metro Jaya mulai mengendus jejak mereka berdasarkan informasi yang didapatkan dari layanan SMS online 1717. Penangkapan dilakukan di tempat yang berbeda. "Pelaku bernama RCO ditangkap di rumah susun di Kemayoran, Jakarta Pusat, berikut barang bukti berupa 100 butir ekstasi," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Jumat (8/2/2013) di Mapolda Metro Jaya.

Adapun SUN asal India tertangkap di area parkir sebuah hypermarket di Kelapa Gading, Jakarta Utara, beserta kendaraan jenis Toyota Camry dan 25 butir ekstasi yang disembunyikan di sol sepatu. Pria yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini sempat mencoba melarikan diri, tetapi menyerah setelah petugas melepaskan tembakan peringatan. Tersangka STNO alias ATG dan MHN ditangkap di Matraman, Jakarta Timur.

Menurut Direktur Reserse Narkotika Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nugroho Aji, para tersangka hanyalah bagian dari sebuah jaringan lokal dan bukan merupakan otak di balik jaringan tersebut. "Untuk otak pelaku berinisial IRW masih berada dalam pengejaran," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa salah satu tersangka, yaitu STNO, baru saja keluar dari penjara dengan status bersyarat. Para tersangka kini berada dalam tahanan Polda Metro Jaya, sementara penyidik melakukan pengejaran terhadap IRW serta berupaya membongkar seluruh jaringan pengedar kelompok para tersangka.

Ketiga tersangka terancam jerat Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 subsider Pasal 112 Ayat 2 juncto Pasal 132 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana minimal lima tahun maksimal seumur hidup atau hukuman mati, serta denda maksimal Rp 10 miliar.

PenulisLariza Oky Adisty
EditorLaksono Hari W
Komentar

Terkini Lainnya

Kunjungan Deddy Mizwar Tak Mengubah Sikap Cabut Dukungan Gerindra 

Kunjungan Deddy Mizwar Tak Mengubah Sikap Cabut Dukungan Gerindra 

Regional
Sandiaga: Atlet dan Pelatih DKI Akan Terima Honor Sebelum November

Sandiaga: Atlet dan Pelatih DKI Akan Terima Honor Sebelum November

Megapolitan
Terobos ke Stasiun Radio, Seorang Pria Tusuk Penyiar di Rusia

Terobos ke Stasiun Radio, Seorang Pria Tusuk Penyiar di Rusia

Internasional
Menteri Susi Puji Tradisi Sasi dalam Merawat Alam Maluku

Menteri Susi Puji Tradisi Sasi dalam Merawat Alam Maluku

Regional
Dramatis, Tim SAR Evakuasi Pria Depresi yang Panjat Pohon Selama 10 Jam

Dramatis, Tim SAR Evakuasi Pria Depresi yang Panjat Pohon Selama 10 Jam

Regional
Bupati Purwakarta dan Ulama Peringati Hari Santri di Bawah Guyuran Hujan

Bupati Purwakarta dan Ulama Peringati Hari Santri di Bawah Guyuran Hujan

Regional
Dituntut 8 Tahun Penjara, Miryam Kecewa terhadap KPK

Dituntut 8 Tahun Penjara, Miryam Kecewa terhadap KPK

Nasional
Penyelundupan Ponsel di Rutan Cilodong, Mulai dari Dalam Bra hingga Pembalut

Penyelundupan Ponsel di Rutan Cilodong, Mulai dari Dalam Bra hingga Pembalut

Megapolitan
Jokowi: Kenapa Tidak Ada Fakultas Ekonomi Digital? Jurusannya Toko 'Online'

Jokowi: Kenapa Tidak Ada Fakultas Ekonomi Digital? Jurusannya Toko "Online"

Nasional
Tak Mau Bebani APBD, Sandiaga Ingin Pembangunan dan Perawatan Stadion BMW Pakai Dana Swasta

Tak Mau Bebani APBD, Sandiaga Ingin Pembangunan dan Perawatan Stadion BMW Pakai Dana Swasta

Megapolitan
'Sampai Kapan Kami Harus Beribadah di Dekat Toilet?'

"Sampai Kapan Kami Harus Beribadah di Dekat Toilet?"

Nasional
Sandi Mengaku Belum Bahas Janji Lepas Saham Bir Milik Pemprov DKI

Sandi Mengaku Belum Bahas Janji Lepas Saham Bir Milik Pemprov DKI

Megapolitan
Kapolri Perintahkan Jajarannya Lebih Perhatian pada Masalah Perempuan dan Anak

Kapolri Perintahkan Jajarannya Lebih Perhatian pada Masalah Perempuan dan Anak

Nasional
Usai Bunuh Anaknya dengan Diduduki, Seorang Ibu Serahkan Diri ke Polisi

Usai Bunuh Anaknya dengan Diduduki, Seorang Ibu Serahkan Diri ke Polisi

Regional
Jokowi Keceplosan Sebut Iriana Hobi Belanja 'Online'

Jokowi Keceplosan Sebut Iriana Hobi Belanja "Online"

Nasional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM