Jumat, 18 April 2014

News / Megapolitan

Rusun Cipinang Besar Butuh Sentuhan Jokowi

Selasa, 12 Februari 2013 | 13:55 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Rusun Cipinang Besar Selatan akan dihuni warga bantaran kali Ciliwung yang terkena normalisasi sungai. Namun, rusun tersebut masih butuh sentuhan Jokowi agar layak huni seperti Rusun Marunda.

Rusun Cipinang Besar Selatan atau Cibesel berjarak sekitar 50 meter dari Jalan Kebon Nanas. Lokasi rusun tersebut berada bersebelahan dengan tempat pemakaman etnis Tionghoa dibatasi tembok.

Rumah susun yang terletak di Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, terdiri dari tiga bangunan, yang masing-masing memiliki enam lantai. Setiap lantainya memiliki 100 unit ruang.

Arif Wibowo, petugas keamanan Rusun Cibesel mengatakan, dua rusun yang memiliki kondisi memprihatinkan itu dibangun oleh pemborong PT Pahesa Sindo. Kondisi demikian telah terjadi setelah rusun itu selesai dibangun pada 2007. Namun, ia tak mengetahui kapan akan digunakan.

"Sebenarnya sudah siap huni, tapi listrik, air PAM belum lengkap. Orang kabel listrik yang ngalirin listrik ke unit-unit itu saja dicolongin orang waktu itu," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (12/2/2013).

Kondisi itu, lanjut Arif, wajar terjadi. Sebab, lokasi rusun yang dekat dengan permukiman kumuh serta akses yang sangat terbuka memungkinkan pihak tak bertanggung jawab masuk ke rusun. Ia dan seorang rekannya saja yang bertugas menjaga rusun setiap harinya tak sanggup menjalankan tanggung jawab tersebut.

"Saya sama teman saya sudah pernah ngajuin surat pengunduran diri. Siapa yang mau jagain bangunan kosong, rawan pula, cuma karena enggak ada yang ganti saja," ucapnya.

Penelusuran Kompas.com, satu bangunan rusun yang ada di sebelah timur tampak sedikit lebih baik dari dua rusun lainnya. Sebab, rusun tersebut baru selesai dibangun Desember 2012 lalu. Adapun dua rusun lain telah selesai dibangun pada tahun 2007 silam.

Tiga bangunan rusun berwarna dominan krem berjajar memanjang dengan jalan semen dan taman di sekelilingnya. Melongok ke dalam, bagian bawah dibiarkan kosong untuk tempat bermain anak-anak.

Di ujung bangunan, terdapat anak tangga yang menghubungkan dengan unit ruangan yang ada di tiap lantai. Baik bagian bawah serta anak tangga tersebut tampak dipenuhi debu dan sampah.

Satu unit rusun, terdapat enam ruangan, yakni ruang tengah, dua kamar tidur, satu kamar mandi, satu ruang dapur dan satu gudang. Tak ubahnya bagian luar gedung, kondisi bagian dalam rusun juga memprihatinkan. Lantai yang belum diberi tegel serta debu yang menempel di dinding ruangan malah membuat rusun terkesan angker.

Relokasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memang masih meninggalkan berbagai masalah. Selain sosialisasi kepada warga bantaran sungai yang belum maksimal, tempat relokasi yang disediakan pun harus segera siap. Terlebih, program normalisasi Ciliwung memilki tagret mulai tahun 2013. Karena itu, pemerintah terkait didorong untuk segera menuntaskan semua permasalahan tersebut.


Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Ana Shofiana Syatiri