Minggu, 20 April 2014

News / Megapolitan

Jokowi: Monorel Harus Didukung dengan Kebijakan Politik

Selasa, 12 Februari 2013 | 14:37 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Azas Tigor Nainggolan mengatakan, pihaknya menolak pembangunan monorel. Menurutnya, optimalisasi moda transportasi umum jenis lain akan lebih efektif untuk menekan kepadatan lalu lintas di Ibu Kota.

"Saya lebih mengusulkan pada Pak Gubernur untuk meningkatkan angkutan umum lainnya, Transjakarta, atau bus-bus yang reguler," kata Tigor, dalam public hearing monorel, di Balaikota Jakarta, Selasa (12/2/2013).

Ia menyampaikan, dari hasil paparan yang dilakukan oleh PT Jakarta Monorail, Tigor menilai sulit untuk mencapai target jumlah penumpang di setiap harinya. Hal ini khususnya di jalur blue line.

Untuk diketahui, PT Jakarta Monorail memasang target akan mengangkut penumpang sampai dengan 250.000 perhari mulai 2016, dan meningkatkan jumlahnya menjadi 700.000 penumpang setiap hari pada 2030.

"Sejak awal kami menolak monorel karena berhimpitan betul dengan Transjakarta dan bus reguler lainnya. Agak sulit membayangkan (monorel) mendapat target 700.000 penumpang per hari. Ini belum bisa meyakinkan," kata Tigor.

Menanggapi itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo justru berpendapat sebaliknya. Ia mengaku tak khawatir dengan jumlah penumpang yang ditargetkan oleh PT Jakarta Monorail. "Mengenai penumpang, bayangan saya enggak ada masalah. Asal pemerintah mendukung, buat saja tarif parkir tinggi, cegat pengguna kendaraan dari daerah lain dengan jalan berbayar elektronik (Electronic Road Pricing)," ujar Jokowi.

Berdasarkan hasil kajian, kata Jokowi, Singapura memerlukan waktu sekitar tujuh tahun untuk menggeser budaya penggunaan kendaraan pribadi ke monorel. Untuk itu, dirinya menegaskan bahwa warga Ibu Kota juga memerlukan waktu untuk membiasakan diri beralih ke transportasi umum seperti monorel.

Mantan Wali Kota Solo ini berjanji akan konsisten pada penerapan transportasi umum di Jakarta. Semuanya dilakukan untuk menghadirkan moda transportasi alternatif yang bermanfaat bagi masyarakat. "Saya yakin bila didukung dengan kebijakan, semuanya akan berjalan. Saya akan konsisten, asal ini mengacu pada master plan transportasi publik dan semua harus didukung dengan kebijakan politik," ujarnya.

Sebelumnya, kelanjutan pembangunan monorel selangkah lagi disetujui oleh Jokowi. Ia meminta di akhir 2013 satu unit kereta monorel telah ada di jalurnya, dan pada awal 2014 telah bisa mulai dioperasikan. Mengenai jalurnya, PT Jakarta Monorel akan menggunakan konsep yang telah dikaji sejak lima tahun lalu.

Rute yang diajukan yakni green line dengan jalur Semanggi - Casablanca - Kuningan -Sudirman - Karet - Semanggi, serta blue line jalurnya Kampung Melayu - Casablanca - Karet - Tanahabang - Roxi - Mall Taman Anggrek.


Penulis: Indra Akuntono
Editor : Hindra