Orangtua Murid Keluhkan Pungutan Rp 750.000 - Kompas.com

Orangtua Murid Keluhkan Pungutan Rp 750.000

Fabian Januarius Kuwado
Kompas.com - 14/02/2013, 18:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah orangtua murid yang anaknya bersekolah di Sekolah Dasar Negeri 25 Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur mengeluhkan adanya pungutan. Besarnya pungutan adalah Rp 750.000 per anak.

EL, salah satu orangtua murid menuturkan, setidaknya, para orangtua murid dipungut uang sebesar Rp 750.000 oleh sekolah melalui Komite Sekolah SDN 25 Utan Kayu Selatan. Pungutan tersebut dimulai sejak para murid, khususnya sang anak yang baru duduk di kelas dua memasuki tahun ajaran baru tahun 2012.

"Katanya untuk membangun sarana ibadah, ruang tunggu, kartu tanda siswa, pot kembang, kipas angin, termasuk seragam murid," ujarnya saat ditemui wartawan di Jakarta Timur, Kamis (14/2/2013).

Pungutan tersebut, kata EL, dialokasikan untuk beberapa hal. Sebanyak Rp 500.000 untuk biaya beli seragam sekolah, Rp 200.000 untuk tempat ibadah, Rp 20.000 untuk ruang tunggu, Rp 15.000 untuk pengadaan pot bunga, dan Rp 35.000 untuk pembuatan kartu tanda siswa.

Selain sejumlah dana tersebut, menurut EL, sang anak juga diwajibkan membayar iuran kas dengan besaran Rp 15.000 per bulan. Uang tersebut digunakan untuk gaji sekuriti sekolah.

Hal senada dikatakan orangtua murid berinisial IA. Menurut dia, pungutan itu memang telah melalui kesepakatan antara Komite Sekolah SDN 25 Utan Kayu Selatan dengan orangtua murid. Namun, hasil kesepakatan itu terlalu dipaksakan. Padahal masih banyak orangtua murid yang tidak menyepakati hasil kesepakatan dana tersebut.

"Sudah kami utarakan keberatan itu. Tapi kepala sekolah seperti tidak peduli, malah galakan dia. Ini yang bikin orangtua siswa tambah kesal," ujarnya.

Para orangtua murid yang keberatan atas pungutan tersebut, kata IA, mengaku tak berani terlalu lantang menyuarakannya kepada sekolah. Sebab, mereka takut keberadaan anaknya di sekolah tersebut terancam. Oleh sebab itu para orangtua murid memilih memendam masalah itu.

"Kami terus sampaikan ini sih. Maksud kami jangan sampai kami laporkan ini ke Ahok. Kan pendidikan dia yang ngurus," ujarnya.

Berita terkait, baca :

100 HARI JOKOWI-BASUKI

 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisFabian Januarius Kuwado
    EditorHertanto Soebijoto
    Komentar

    Terkini Lainnya

    KTI Siapkan Aplikasi Transportasi yang Bisa Bayar Angkot Lewat Ponsel

    KTI Siapkan Aplikasi Transportasi yang Bisa Bayar Angkot Lewat Ponsel

    Megapolitan
    Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan 'Feeder' Lewati Jalan Ini

    Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan "Feeder" Lewati Jalan Ini

    Megapolitan
    Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

    Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

    Regional
    Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

    Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

    Megapolitan
    Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

    Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

    Nasional
    Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

    Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

    Nasional
    Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

    Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

    Regional
    Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

    Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

    Megapolitan
    Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

    Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

    Regional
    Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

    Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

    Regional
    Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

    Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

    Internasional
    Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

    Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

    Nasional
    Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

    Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

    Megapolitan
    Hadapi Kekeringan, Ganjar Minta Masyarakat Menabung Air

    Hadapi Kekeringan, Ganjar Minta Masyarakat Menabung Air

    Regional
    Pemuda Memerkosa Murid SMP dengan Iming-iming Sepatu Baru

    Pemuda Memerkosa Murid SMP dengan Iming-iming Sepatu Baru

    Megapolitan