Jumat, 1 Agustus 2014

News / Megapolitan

Wanda Minta Pemprov Hibahkan NICU ke Puskesmas

Rabu, 20 Februari 2013 | 08:02 WIB

Berita terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Komisi E, Wanda Hamidah, mengharapkan Pemprov DKI dapat memberi hibah ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) kepada 44 puskesmas yang ada di Ibu Kota. Langkah ini diharapkan dapat mengantisipasi terulangnya insiden serupa kematian bayi Dera Nur Anggraini.

"Aturannya saat ini juga masih ditelaah, hibah ke swasta untuk masyarakat. Semuanya bisa dilaksanakan asal tepat sasaran," kata Wanda, di Gedung DPRD Jakarta, Selasa (19/2/2013). Wanda menjelaskan harga sebuah ruang NICU sekitar Rp 2 miliar. Bila ada hibah untuk 44 puskesmas, maka butuh dana Rp 88 miliar. Menurut dia angka tersebut tidaklah besar bila dibandingkan dengan APBD DKI Jakarta yang mencapai Rp 49,9 triliun. 

"Saya kira mudah ya bagi Pemprov untuk menanggulangi permasalahan ruang NICU tersebut," kata Wanda yang juga menjadi Ketua Advokasi Komnas Perlindungan Anak. Ia juga mengharapkan Pemprov DKI segera menambah ruang rawat inap kelas III di setiap RS, khususnya RSUD kepemilikan Pemprov.

Penambahan ruang dan fasilitas pendukung lainnya, lanjut Wanda, juga harus diiringi dengan peningkatan kualitas layanan, jumlah tenaga medis, ataupun dokter spesialis. "Jumlah bednya juga harus ditambah, misalnya saja dari 400 menjadi 700 bed. Dokter spesialis juga harus ditambah karena tak jarang ada dokter spesialis jantung, yang idealnya dalam sehari menangani 8 pasien, tapi saat ini menangani 30 pasien," katanya.

Wanda pun mengimbau RSUD segera merujuk ke rumah sakit swasta yang memiliki peralatan lebih lengkap bila peralatan yang dimiliki diperkirakan tak bisa memberikan layanan optimal untuk pasien. "Berkaca dari kasus Dera, RSUD jangan ragu memberikan rujukan kalau memang tidak bisa melayani maksimal. Masalah nyawa tidak boleh dipermainkan," ujar Wanda.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, ruang NICU yang ada di DKI Jakarta hanya sebanyak 143 unit. Rinciannya, di Jakarta Pusat ada sebanyak 45 unit, Jakarta Barat sebanyak 33 unit, Jakarta Selatan ada 16 unit, Jakarta Timur ada 35 unit, dan Jakarta Utara ada 14 unit.

Dari delapan rumah sakit yang didatangi orangtua Dera Nur Anggraini, hanya empat yang tidak memiliki ruang NICU, yaitu RSUD Budhi Asih, RS Asri, RS St Carolus, dan RS Tria Dipa. Adapun RSUD Tarakan memiliki NICU sebanyak 12 unit, RS Harapan Kita 12 unit, RS Harapan Bunda sebanyak 4 unit, RSCM tercatat 10 unit, dan RS Fatmawati 3 unit.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Ironi Kematian Dera

 


Penulis: Kurnia Sari Aziza
Editor : Palupi Annisa Auliani