Kamis, 24 April 2014

News / Nasional

Bagi PDI-P, "Mencapreskan" Jokowi adalah "Jebakan Batman"

Kamis, 21 Februari 2013 | 13:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi terus "diseret" ke wacana Pemilu Presiden 2014. Jokowi dianggap layak untuk diusung menjadi salah satu calon pemimpin Indonesia mendatang. Dalam sejumlah survei, elektabilitas Jokowi berada di urutan atas, lebih tinggi dari politisi senior, seperti Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie alias Ical, Megawati Soekarnoputri, Wiranto, hingga Jusuf Kalla. Bahkan, politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo membuka wacana menduetkan politisi PDI-P itu dengan capres Golkar, Ical.

Bagaimana sikap PDI-P? Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Ahmad Basarah mengapresiasi gagasan "mencapreskan" Jokowi dalam Pilpres 2014. Hanya saja, menurutnya, wacana itu merupakan "jebakan Batman" yang dapat menjadi bumerang jika salah disikapi.

Sebagai Gubernur DKI Jakarta, kata Basarah, Jokowi sedang mendapat amanah untuk membangun "Jakarta Baru" hingga 2017. Dengan demikian, terlalu sulit menerima tawaran capres/cawapres dari pihak lain.

"Jika Jokowi akhirnya tergoda untuk masuk dalam skenario menjadi capres atau cawapres 2014, maka itu dapat menjadi bumerang politik," ucap Basarah ketika dihubungi, Kamis (21/2/2013).

Basarah menambahkan, jika terjebak dalam skenario, publik akan menilai Jokowi adalah tokoh yang haus jabatan dan kekuasaan. Begitu pula PDI-P sebagai parpol yang mengusung Jokowi, kata dia, akan dinilai sebagai parpol yang tidak amanah, tidak konsisten, dan menghalalkan segala cara hanya untuk kemenangan di pilpres.

"Untuk itu, PDI-P mengajak semua pihak, marilah kita berikan kesempatan Jokowi untuk fokus menunaikan janjinya membangun 'Jakarta Baru' yang sesuai harapan warga Jakarta," kata Anggota Komisi III DPR itu.

Terkait pengusungan capres dan cawapres PDI-P, lanjut Basarah, pihaknya masih menunggu keputusan Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri selaku pemegang mandat untuk menentukan capres/cawapres. Penentuan itu, kata dia, belum akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Namun, baik PDI-P maupun Ibu Mega akan tetap memperhatikan dinamika sosial politik yang berkembang ke depan sebagai referensi untuk mengambil keputusan politik terkait dengan Pilpres 2014," kata Basarah.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Geliat Politik Jelang 2014


Penulis: Sandro Gatra
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary